close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

25.8 C
Jakarta
Rabu, Maret 25, 2026

Judol Terus Berkembang, Upaya Penindakan Dinilai Belum Menyentuh Akar Masalah ‎

Batam, JDNews.co.id – Perjudian online (judol) di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan. Meski berbagai upaya pemblokiran dan penindakan telah dilakukan, kenyataannya konten dan akses terkait judol masih dengan mudah ditemukan di platform seperti Facebook, YouTube, dan TikTok. Rabu (25/3/2026)

‎Perhatian juga mengarah pada aplikasi Higgs Domino Island yang dinilai memiliki potensi celah penyalahgunaan. Modus yang digunakan terus berkembang, mulai dari pembatasan fitur tertentu yang diakali melalui VPN, hingga pola “tukar kartu” yang membuat aktivitas semakin tersamarkan dan sulit ditelusuri.

‎Di tengah situasi tersebut, kritik terhadap kinerja Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dan aparat penegak hukum semakin menguat.

‎Upaya yang dilakukan dinilai belum mampu memberikan dampak signifikan dalam menekan praktik judol yang justru terus beradaptasi dan berkembang.

‎Sejumlah warga menyampaikan pandangan yang mencerminkan keresahan sekaligus kritik tajam:

‎“Kalau sampai sekarang masih mudah diakses, wajar kalau masyarakat mempertanyakan keseriusan penanganannya. Ini terlihat seperti belum benar-benar ditangani sampai tuntas,” ujar Andi.

‎“Yang tampak di lapangan seperti belum ada langkah yang benar-benar memutus. Seolah hanya ditutup di permukaan, tapi di dalamnya tetap berjalan,” kata Rudi.

‎“Kalau kondisi ini terus berulang, tidak heran muncul anggapan bahwa ada pembiaran. Masyarakat tentu berharap itu tidak benar, tapi situasinya memang membuat orang bertanya-tanya,” tegas Siti.

‎Pernyataan tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan publik terhadap efektivitas pengawasan dan penegakan hukum. Banyak yang menilai bahwa pendekatan yang ada saat ini masih bersifat parsial dan belum menyentuh akar persoalan.

‎Judol kini bukan hanya persoalan hukum, tetapi telah menjadi ancaman sosial yang nyata. Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari kerugian ekonomi hingga potensi gangguan sosial yang lebih luas.

‎Dalam kondisi ini, publik berharap adanya langkah yang lebih tegas, terukur, dan berkelanjutan. Tidak hanya sebatas pemblokiran sementara, tetapi juga penindakan yang mampu memberikan efek jera serta memutus rantai praktik judol secara menyeluruh.

‎Jika tidak, kekhawatiran yang muncul bukan hanya soal maraknya judol, tetapi juga menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan negara dalam menjaga dan melindungi ruang digital dari praktik yang merugikan.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

22 PNS Pemko Batam Pensiun: Dedikasi dan Ucapan Terima Kasih

JDNews.co.id, Batam – Wali Kota Batam, H Muhammad Rudi (HMR), diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, H Jefridin, melepas dan menyerahkan Surat Keputusan (SK)...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait