Batam, JDNews.co.id – Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kota Batam mendesak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk mencopot Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Batam, Hajar Aswad, sebagai bentuk tanggung jawab atas dugaan kasus pemerasan yang dilakukan oknum petugas Imigrasi terhadap wisatawan mancanegara. Kamis (2/4/2026)
Desakan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota LIRA Batam, Herry Sembiring. Ia menilai kasus dugaan pemerasan terhadap wisatawan asal Singapura di pintu masuk pelabuhan internasional Batam telah mencoreng citra pariwisata Kepulauan Riau, bahkan Indonesia di mata dunia.
“Terlepas dari investigasi internal yang sedang dilakukan, pimpinan tetap harus bertanggung jawab. Kami mendesak Menteri untuk mencopot Kepala Kantor Imigrasi Batam,” tegas Herry.
Menurutnya, Kepala Imigrasi memiliki tanggung jawab penuh dalam melakukan pengawasan terhadap seluruh jajaran, khususnya petugas yang bertugas di pintu masuk internasional yang menjadi garda terdepan pelayanan negara.
Ia menilai lemahnya sistem pengawasan membuka celah terjadinya dugaan penyimpangan, termasuk praktik pemerasan terhadap wisatawan.
“Petugas di pintu masuk sangat rentan karena berinteraksi langsung dengan wisatawan. Seharusnya ada sistem pengawasan yang ketat dan efektif untuk mencegah hal seperti ini terjadi,” ujarnya.
Herry juga menyoroti bahwa dugaan kasus tersebut menjadi indikator kegagalan manajemen pengawasan di internal Kantor Imigrasi Batam.
Meski demikian, pihaknya tetap mendorong agar investigasi internal yang sedang berjalan dilakukan secara serius, menyeluruh, dan tidak berhenti pada level pelaksana di lapangan saja.
“Kami minta investigasi dilakukan secara komprehensif hingga ke akar persoalan. Siapapun yang terlibat harus diproses sesuai aturan,” tegasnya lagi.
Selain itu, LIRA Batam juga menuntut agar hasil investigasi diumumkan secara terbuka kepada publik guna menjaga transparansi dan mengembalikan kepercayaan masyarakat.
“Publik berhak tahu. Hasilnya harus disampaikan secara terang benderang agar tidak menimbulkan spekulasi dan menunjukkan keseriusan penanganan kasus ini,” kata Herry.
Ia menegaskan, pihaknya akan terus mengawal proses penanganan kasus tersebut hingga tuntas.
“Jangan sampai muncul kesan bahwa persoalan ini tidak ditangani serius. Kami akan kawal sampai selesai,” ujarnya.
Herry berharap investigasi dapat segera dirampungkan agar tidak berdampak luas terhadap sektor pariwisata, khususnya di Batam yang selama ini menjadi salah satu pintu masuk utama wisatawan asing ke Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa Singapura merupakan salah satu penyumbang wisatawan terbesar ke Batam, sehingga kepercayaan wisatawan harus segera dipulihkan.
“Kami berharap kasus ini cepat diselesaikan agar kepercayaan wisatawan kembali pulih. Jangan sampai berdampak luas terhadap pariwisata Batam maupun Indonesia,” pungkasnya.


