close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

27.2 C
Jakarta
Sabtu, Mei 23, 2026

Pemerintah Perkuat Pembiayaan UMKM Pertanian dan Perikanan untuk Ketahanan Pangan

JDNews.co.id, Jakarta– Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza menekankan peran penting UMKM di sektor pertanian dan perikanan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Indonesia memiliki lebih dari 29 juta UMKM pertanian yang menjadi kekuatan utama dalam menghadapi tantangan pangan di masa depan.

Dalam Rapat Koordinasi Bidang Pangan di Makassar, Sulawesi Selatan, Helvi mengungkapkan bahwa 99 persen UMKM pertanian masih berupa usaha perseorangan, sementara sisanya terdiri dari usaha berbadan hukum (0,02 persen) dan bentuk usaha lainnya (0,04 persen). “Angka ini menunjukkan bahwa sektor ini merupakan tulang punggung ketahanan pangan nasional,” ujar Helvi, Jumat (24/1/2025).

Meski memiliki potensi besar, sektor pangan menghadapi tantangan signifikan, seperti rendahnya indeks inklusi keuangan yang baru mencapai 62,26 persen, serta isu regenerasi tenaga kerja, di mana 64,2 persen pekerja di sektor pertanian berusia di atas 45 tahun.

Untuk menjawab tantangan ini, pemerintah memperkuat kebijakan pembiayaan inklusif bagi UMKM pangan. Pada 2024, Kredit Usaha Rakyat (KUR) disalurkan sebesar Rp282 triliun, meningkat dari Rp260 triliun pada 2023. Namun, proporsi untuk sektor pertanian, kehutanan, dan perburuan hanya sekitar 30 persen dalam lima tahun terakhir, sementara sektor kelautan turun dari 1,8 persen pada 2020 menjadi 1,4 persen pada 2024.

Di Sulawesi Selatan, realisasi KUR pada 2024 mencapai Rp16,8 triliun, dengan 45 persen dialokasikan ke sektor pertanian, jauh di atas rata-rata nasional. Namun, proporsi KUR untuk sektor perikanan di wilayah tersebut masih rendah, hanya 3,9 persen, meski potensinya sangat besar.

Helvi mendorong pemerintah daerah, termasuk bupati dan wali kota, untuk memaksimalkan program KUR guna mendukung ketahanan pangan. “Kami terus mengupayakan penyaluran KUR ke sektor produktif, dengan target 60 persen. Saat ini, baru 57,81 persen atau Rp163,28 triliun dari total Rp282,44 triliun yang tersalurkan ke sektor produktif,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah menggenjot program KUR Klaster dan KUR Alsintan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian. “Program ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi riil, meningkatkan nilai tambah produk lokal, dan mengurangi ketergantungan pada sektor perdagangan,” tambah Helvi.

sumber: infopublik.id

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait