close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

26.4 C
Jakarta
Minggu, Februari 15, 2026

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja di Indonesia kini menjadi persoalan serius yang butuh perhatian nyata, bukan hanya sekadar wacana.

Fenomena ini tak datang tiba-tiba. Menurut data KemenPPPA, dalam lima tahun terakhir, angka kenakalan remaja terus naik. Di balik itu, ada kombinasi rapuhnya sistem pengawasan keluarga, tekanan pergaulan, dan derasnya arus digital yang kerap memperlihatkan kekerasan sebagai sesuatu yang “keren”.

“Anak-anak kita bukan kehilangan moral, tapi kehilangan arah. Dan sayangnya, mereka mencari jalan sendiri di tengah bisingnya dunia yang tidak memedulikan,” ujar Dr. Nina Kartini, sosiolog dari Universitas Indonesia, saat ditemui Senin (26/5).


Dari Rumah yang Sepi, ke Dunia yang Bising

Kenakalan remaja kerap kali bermula di tempat yang paling dekat: rumah. Banyak dari mereka tumbuh dengan perhatian yang minim, komunikasi yang kaku, atau bahkan penuh tekanan. Saat emosi mereka tidak tertampung di rumah, mereka mencarinya di luar. Sayangnya, tidak semua lingkungan mampu membentuk, sebagian justru menyesatkan.

Dorongan untuk diakui, eksis, atau terlihat hebat di depan teman—apalagi di era media sosial—menjadi pemantik yang cukup untuk membuat remaja nekat melakukan apa saja.

“Bagi mereka, likes dan views kadang lebih penting daripada nilai ujian atau nasihat guru,” kata Dr. Nina.


Dampaknya Lebih Dalam dari Sekadar Masalah Sekolah

Apa yang dianggap “nakal biasa” bisa berubah menjadi tragedi. Banyak remaja yang harus berurusan dengan hukum, kehilangan masa depan karena putus sekolah, bahkan mengalami luka psikologis yang mereka bawa sampai dewasa.

Tak hanya mereka yang terkena dampak. Lingkungan juga ikut menanggung resiko. Masyarakat merasa tidak aman, kepercayaan terhadap generasi muda perlahan memudar.


Siapa yang Bertanggung Jawab? Semua.

Tak ada solusi tunggal untuk masalah ini. Keluarga adalah garda pertama. Memberi waktu, mendengar tanpa menghakimi, dan hadir secara emosional jauh lebih penting daripada sekadar memberi materi.

Sekolah pun tak cukup hanya memberi pelajaran, tapi harus menjadi tempat yang aman dan menyenangkan. Konselor, program pengembangan karakter, hingga wadah-wadah kreatif harus dihidupkan kembali.

Pemerintah juga punya peran krusial: menciptakan ruang aman bagi remaja berkembang, mengatur dunia digital yang makin bebas, dan mendukung upaya pencegahan berbasis komunitas.

“Kita butuh lebih banyak pendekatan hati. Remaja bukan penjahat. Mereka hanya generasi yang sedang bingung mencari pijakan,” tegas Kombes Pol. Adi Wibowo, Kepala BNNP DKI Jakarta.


Jangan Tunggu Mereka Jatuh Terlalu Dalam

Setiap remaja punya potensi luar biasa. Tapi tanpa arahan, potensi itu bisa meledak ke arah yang salah. Maka, jangan tunggu sampai mereka ‘terlalu rusak’ untuk dibantu.

Satu pelukan dari orang tua, satu guru yang peduli, satu kegiatan positif di sekolah—bisa menjadi awal dari perubahan besar.

Remaja kita bukan ancaman. Mereka hanya butuh kesempatan kedua—dan orang dewasa yang cukup peduli untuk memberikannya.

Berita Terpopuler

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

22 PNS Pemko Batam Pensiun: Dedikasi dan Ucapan Terima Kasih

JDNews.co.id, Batam – Wali Kota Batam, H Muhammad Rudi (HMR), diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, H Jefridin, melepas dan menyerahkan Surat Keputusan (SK)...

Ketua HMI MPO Cabang Batam Soroti Pembiaran Peredaran Rokok Ilegal, Bea Cukai Dinilai Gagal

JDNews.co.id, Batam – Ketua Umum HMI MPO Cabang Batam Madani, Bachtiar Hadi, dengan tegas menyoroti semakin masifnya peredaran rokok ilegal di Kota Batam. Rokok...

Demo Siswa di Kompleks Muhammadiyah ASEAN Batu Aji: ‘Kembalikan Guru Kami’, Guru Mogok Akibat Kesejahteraan yang Terabaikan

JDNews.com, Batam – Kompleks Muhammadiyah ASEAN Batu Aji menjadi saksi demo dari ratusan siswa Muhammadiyah yang menuntut kehadiran kembali guru-guru mereka yang mogok mengajar....

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait