JDNews.co.id, Surabaya – Fakta baru terungkap dalam kisah Nasikah, seorang lansia yang ditemukan hidup memprihatinkan di sebuah rumah di Surabaya. Anak kandung Nasikah mengaku pernah mencoba menitipkan sang ibu ke rumah sosial milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, namun permintaan itu ditolak pihak instansi terkait.
Dalam pernyataannya kepada media, anak Nasikah menjelaskan bahwa niat menitipkan ibunya dilandasi keprihatinan atas kondisi kesehatan dan kebutuhan perawatan yang lebih layak. Namun, penolakan terjadi lantaran tidak terpenuhinya sejumlah persyaratan administratif dan teknis dari pihak rumah sosial.
“Saya sudah coba ajukan ke rumah sosial Pemprov, tapi ditolak. Katanya harus lewat rekomendasi tertentu dan ada syarat-syarat yang belum bisa kami penuhi,” ungkapnya.
Penolakan tersebut kini memicu perhatian publik, terlebih setelah kondisi Nasikah viral dan menuai simpati. Banyak pihak mempertanyakan aksesibilitas layanan sosial bagi masyarakat rentan, termasuk lansia yang tidak lagi mampu mandiri.
Pihak Dinas Sosial Jawa Timur belum memberikan pernyataan resmi terkait alasan penolakan tersebut. Namun, sejumlah aktivis sosial mendorong agar pemerintah daerah lebih tanggap dan fleksibel dalam menangani kasus-kasus serupa, agar para lansia tidak terabaikan.
Kisah ini menjadi potret penting perlunya sinergi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam memastikan hak-hak lansia terpenuhi secara bermartabat.
sumber = kompas.com


