close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

25.2 C
Jakarta
Senin, Mei 4, 2026

Program Tak Sinkron! Sertifikat BNSP Dicetak, Industri Butuh K3

JDNews.co.id, BATAM — 11 Desember 2025. Di tengah geliat industri Batam yang menuntut profesionalisme, sebuah ironi besar muncul. Program pelatihan dan sertifikasi profesi yang diselenggarakan pemerintah justru menghasilkan kompetensi yang tidak dibutuhkan dunia industri.

Dinas Tenaga Kerja Kota Batam baru saja merampungkan rangkaian pelatihan bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Seremonial penutupannya digelar pada 3 Desember 2025 di Pasar Kuliner Batam (Pakuba), Tembesi.

Namun kenyataan di lapangan berbanding terbalik: mayoritas perusahaan di Batam tidak menjadikan BNSP sebagai syarat rekrutmen. Dunia industri justru lebih memprioritaskan sertifikat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sebagai dokumen wajib bagi calon pekerja.

Seorang buruh peserta pelatihan mengaku kecewa:
“Kami ikut pelatihan dari pagi sampai sore, dapat sertifikat BNSP. Tapi waktu melamar, HRD bilang yang dibutuhkan K3. Jadi untuk apa pelatihan ini?” keluhnya.

Akibat ketidaksesuaian kebijakan ini, dana publik, tenaga, dan waktu para buruh seolah terbuang percuma. Sertifikat yang seharusnya meningkatkan peluang kerja justru tidak diakui oleh pasar industri.


Disnaker Batam Mengunci Diri, Suara Buruh Tak Terdengar

Upaya jurnalis untuk mengonfirmasi alasan di balik ketidaksinkronan standar sertifikasi ini tidak membuahkan hasil. Kantor Disnaker Kota Batam tampak tertutup dari publik; tidak satu pun pejabat dapat ditemui, semuanya beralasan “sedang rapat”.

Ketika ditanya mengenai kepastian jadwal wawancara, jawaban staf justru tidak sesuai dengan pertanyaan yang diajukan—menunjukkan minimnya kesediaan Disnaker untuk memberikan klarifikasi.

Sikap menghindar ini memperkuat kesan bahwa Disnaker enggan mempertanggungjawabkan kebijakan yang kini menuai kritik.


Paradoks Kebijakan Sertifikasi

Perbedaan antara sertifikat yang dikeluarkan pemerintah dan kebutuhan riil industri memperlihatkan persoalan serius dalam perencanaan tenaga kerja di Batam. Buruh menjadi korban program yang tidak terintegrasi dengan kebutuhan pasar, sementara instansi terkait justru menutup diri dari pertanyaan publik.

Ini bukan hanya persoalan sertifikat, tetapi menyangkut integritas kebijakan dan keberpihakan pemerintah terhadap pekerja.

Reporter: Muhammad Rizky Apryansyah

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait