close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

26.3 C
Jakarta
Kamis, Maret 26, 2026

Bungkam Saat Dikonfirmasi, Pejabat Dinilai Menutup Kebenaran dan Terjebak Pencitraan ‎

‎Batam, JDNews.co.id – Sikap bungkam sejumlah pejabat di tengah sorotan publik terhadap berbagai persoalan serius dinilai sebagai potret buruk relasi antara kekuasaan dan tanggung jawab. Fenomena ini bukan lagi sekadar persoalan teknis komunikasi, melainkan cerminan sikap abai terhadap hak publik atas informasi. Kamis (18/12/2025).

‎Ketika berbagai persoalan yang menyentuh kepentingan masyarakat mencuat ke ruang publik, yang diharapkan adalah kehadiran pejabat untuk memberikan penjelasan dan sikap yang terbuka. Namun yang kerap terjadi justru sebaliknya: kebisuan. Situasi ini memunculkan kesan kuat bahwa kebenaran sengaja disembunyikan demi menjaga citra dan kepentingan kekuasaan.

‎Alih-alih tampil memberikan penjelasan yang substansial, sebagian pejabat justru lebih sering terlihat aktif dalam agenda seremonial dan panggung pencitraan. Senyum di depan kamera, unggahan media sosial, serta narasi keberhasilan terus diproduksi dan disebarluaskan, sementara persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dibiarkan tanpa kejelasan.

‎Sikap diam semacam ini memperlihatkan adanya krisis transparansi dan lemahnya akuntabilitas publik. Bungkam bukan lagi pilihan netral, melainkan sikap politik yang mempertegas jarak antara penguasa dan rakyat yang diwakilinya. Dalam konteks ini, pencitraan tampak lebih diutamakan dibandingkan kejujuran dan keberanian menghadapi kritik.

‎Padahal, jabatan yang disandang para pejabat lahir dari kepercayaan publik. Kepercayaan tersebut semestinya dijaga melalui keterbukaan, bukan dilindungi dengan tembok kebisuan. Ketika kritik dan pertanyaan publik muncul, diam justru menjadi simbol ketidaksiapan menghadapi realitas.

‎Kondisi ini semakin menguatkan anggapan bahwa kekuasaan kerap digunakan untuk membangun kesan positif di ruang publik, bukan untuk menyelesaikan persoalan konkret yang dirasakan masyarakat sehari-hari. Pejabat yang alergi terhadap kritik sejatinya sedang mempertontonkan ketakutan terhadap kebenaran itu sendiri.

‎Dalam sistem demokrasi, kritik bukan ancaman dan pertanyaan publik bukan serangan. Keduanya adalah mekanisme kontrol sosial yang sah, penting, dan tidak terpisahkan dari pemerintahan yang sehat. Ketika pejabat memilih bungkam, yang tercederai bukan hanya kepercayaan publik, tetapi juga nilai-nilai demokrasi.

‎Media, sebagai bagian dari pilar demokrasi, menegaskan bahwa kritik tidak akan pernah berhenti hanya karena sikap diam. Publik berhak mengetahui fakta dan menilai kinerja para pemegang kekuasaan. Kebenaran tidak boleh dikorbankan demi pencitraan semu, karena pada akhirnya, kebisuan pejabat tidak akan pernah mampu membungkam suara publik.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

22 PNS Pemko Batam Pensiun: Dedikasi dan Ucapan Terima Kasih

JDNews.co.id, Batam – Wali Kota Batam, H Muhammad Rudi (HMR), diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, H Jefridin, melepas dan menyerahkan Surat Keputusan (SK)...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait