Batam, JDNews.co.id – Di balik lahirnya generasi cerdas dan berkarakter, ada sosok yang kerap luput dari sorotan yaitu guru honorer. Mereka mengajar dengan dedikasi tinggi, tanggung jawab besar, namun sering kali dengan kesejahteraan yang jauh dari kata layak. Selasa (03/02/2026)
Julukan pahlawan tanpa tanda jasa bukan sekadar ungkapan, tetapi gambaran nyata perjuangan para pendidik yang terus mengabdi meski dalam keterbatasan.
Setiap hari, guru honorer berdiri di depan kelas, menyalakan semangat belajar, membimbing karakter, dan menanamkan nilai moral kepada anak-anak bangsa.
Tugas mereka sama beratnya dengan guru berstatus tetap, bahkan kerap menghadapi tantangan lebih besar, mulai dari beban kerja hingga ketidakpastian status dan penghasilan.
Realitas di lapangan menunjukkan, masih banyak guru honorer menerima honor yang tidak sebanding dengan beban tanggung jawabnya.
Di tengah tuntutan profesionalisme, administrasi, hingga peningkatan kompetensi, mereka justru harus memikirkan kebutuhan hidup sehari-hari.
Kondisi ini bukan hanya persoalan kesejahteraan tenaga pendidik, tetapi juga menyangkut kualitas masa depan pendidikan Indonesia.
Pendidikan adalah fondasi bangsa. Jika fondasinya rapuh, maka masa depan generasi penerus ikut terancam.
Karena itu, perhatian terhadap guru honorer bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan tanggung jawab moral negara.
Pemerintah pusat maupun daerah diharapkan lebih serius menghadirkan solusi konkret, baik melalui pengangkatan status yang lebih jelas, peningkatan honorarium, maupun jaminan perlindungan sosial.
Pengabdian guru honorer selama ini telah membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap sistem pendidikan, tetapi garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Ironis jika profesi yang memegang peran strategis justru berada dalam bayang-bayang ketidakpastian.
Sudah saatnya negara benar-benar hadir. Apresiasi terhadap guru tidak cukup hanya dalam bentuk ucapan seremonial setiap peringatan Hari Guru.
Yang dibutuhkan adalah kebijakan nyata yang memberi kepastian, penghargaan, dan kesejahteraan.
Karena di tangan guru honorer hari ini, masa depan Indonesia sedang dibentuk. Dan para pahlawan tanpa tanda jasa itu layak mendapatkan perhatian yang setara dengan pengabdian yang telah mereka berikan.


