close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

31.4 C
Jakarta
Kamis, Juni 11, 2026

Mahasiswa Boleh Kritis, Demonstrasi Adalah Hak Warga, Namun Jangan Sampai Reformasi Jilid 2 Kehilangan Arah ‎

‎Batam, JDNews.co.id – Gelombang ajakan untuk menggelar aksi besar dengan tajuk “Reformasi Jilid 2″ mulai bermunculan di berbagai daerah. Mahasiswa dan masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum, termasuk melalui demonstrasi sebagai bentuk kontrol terhadap jalannya pemerintahan. Kritik terhadap kebijakan negara merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Kamis (11/6/2026)

‎Namun, di tengah meningkatnya dinamika politik dan sosial, muncul pandangan bahwa semangat perubahan tidak boleh berjalan tanpa arah yang jelas. Sebab, sejarah menunjukkan bahwa sebuah gerakan yang kehilangan tujuan awal dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan di luar aspirasi rakyat.

‎Mahasiswa selama ini dikenal sebagai kekuatan moral yang mampu menjadi pengingat ketika pemerintah dinilai melenceng dari amanat rakyat. Sikap kritis diperlukan agar kekuasaan tidak berjalan tanpa pengawasan.

‎Akan tetapi, sikap kritis juga harus dibarengi dengan ketajaman membaca situasi, memastikan setiap tuntutan berbasis pada kepentingan publik, bukan menjadi kendaraan kelompok tertentu untuk meraih keuntungan politik.

‎”Demonstrasi adalah hak warga negara yang dijamin undang-undang. Mahasiswa juga memiliki legitimasi moral untuk mengoreksi kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat. Tetapi sebelum menyerukan Reformasi Jilid 2, perlu dipastikan terlebih dahulu bahwa perjuangan tersebut benar-benar untuk perbaikan bangsa, bukan gerakan yang ditunggangi kepentingan tertentu,” demikian pandangan yang berkembang di tengah masyarakat.

‎Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Ketika sebuah gerakan kehilangan arah, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pemerintah yang sedang berkuasa.

‎Ketidakstabilan sosial, terganggunya aktivitas ekonomi, menurunnya kepercayaan investor, hingga terhambatnya pelayanan publik pada akhirnya akan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
‎Perubahan memang sering lahir dari keberanian untuk bersuara.

‎Namun perubahan yang terburu-buru tanpa konsep yang jelas justru berpotensi melahirkan persoalan baru. Karena itu, setiap tuntutan harus disertai gagasan yang terukur, solusi yang realistis, serta komitmen menjaga ketertiban dan persatuan.

‎Indonesia membutuhkan mahasiswa yang kritis, berani, dan independen. Demonstrasi bukan sesuatu yang harus ditakuti selama dilakukan secara damai, konstitusional, dan bertanggung jawab.

‎Akan tetapi, masyarakat juga berhak bertanya apakah seruan Reformasi Jilid 2 benar-benar lahir dari kegelisahan untuk memperbaiki keadaan, atau justru sedang dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin menunggangi kemarahan publik demi kepentingannya sendiri?

‎Sebab jika sebuah gerakan kehilangan kompas perjuangannya, maka yang menanggung akibatnya bukan hanya pemerintah, melainkan seluruh rakyat Indonesia.

‎Demokrasi membutuhkan keberanian untuk mengkritik, tetapi juga kebijaksanaan untuk memastikan setiap langkah tetap berpijak pada kepentingan bangsa, bukan sekadar euforia perubahan tanpa tujuan yang jelas.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait