close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

34.2 C
Jakarta
Senin, Mei 11, 2026

Risiko Besar Mengintai RI Jika Pendosa Pajak Diberi Tax Amnesty Lagi

JDNews.co.id, Jakarta, 24 September 2025 – Kebijakan tax amnesty atau pengampunan pajak kembali menjadi sorotan, dengan para ekonom dan pakar keuangan memperingatkan potensi risiko besar bagi perekonomian Indonesia jika program tersebut diterapkan lagi. Meskipun tax amnesty sebelumnya berhasil mengumpulkan dana signifikan bagi negara, banyak yang meragukan efektivitas jangka panjangnya.

Dalam pernyataan terbaru, para ahli menegaskan bahwa memberikan pengampunan kepada para pendosa pajak dapat menciptakan preseden negatif. “Jika pemerintah kembali memberikan tax amnesty, hal ini dapat menimbulkan anggapan bahwa pelanggaran pajak akan selalu diampuni, yang bisa merusak kepatuhan pajak di masa depan,” ungkap Dr. Rina Setiawati, seorang ekonom terkemuka.

Selain itu, risiko kehilangan pendapatan pajak yang berkelanjutan juga menjadi perhatian. Pengampunan pajak dapat mengurangi insentif bagi individu dan perusahaan untuk membayar pajak secara tepat waktu, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi pendapatan negara. “Kita harus memikirkan solusi yang lebih berkelanjutan untuk mengatasi masalah pajak, bukan hanya mengandalkan pengampunan,” tambah Dr. Rina.

Pemerintah juga diingatkan untuk mempertimbangkan dampak sosial dari kebijakan tersebut. Dalam situasi di mana masyarakat sudah merasakan beban pajak yang tinggi, memberikan amnesti kepada mereka yang menghindar dari kewajiban pajak dapat memicu ketidakpuasan dan ketidakadilan sosial.

Dengan latar belakang ini, banyak pihak mendorong pemerintah untuk fokus pada reformasi sistem perpajakan yang lebih adil dan transparan, serta meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran pajak. Langkah ini diharapkan dapat membangun kepercayaan publik dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kepatuhan pajak bagi pembangunan negara.

Sumber = cnnindonesia.com

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait