close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

32.8 C
Jakarta
Kamis, April 2, 2026

JDNews.co.id, JAKARTA — Indonesian Journalist Watch (IJW) menilai pelaksanaan Retret Wartawan menjelang Hari Pers Nasional (HPN) yang hanya melibatkan wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sarat kepentingan politik. Kebijakan tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip netralitas negara terhadap insan pers.

Ketua Umum IJW, KRH HM Jusuf Rizal, SH, menyebut kebijakan Kementerian Pertahanan di bawah kepemimpinan Syafrie Sjamsoeddin berpotensi menciptakan ketimpangan relasi antara pemerintah dan media. Menurutnya, perlakuan eksklusif terhadap satu organisasi wartawan berisiko merusak kepercayaan publik terhadap independensi pers.

“Negara seharusnya berdiri sama tinggi di hadapan seluruh organisasi pers. Jika hanya satu kelompok yang diakomodasi, publik patut menduga adanya agenda tertentu di balik kegiatan tersebut,” ujar Jusuf Rizal di Jakarta.

Ia mengungkapkan bahwa dari sekitar 200 wartawan peserta retret, tidak terlihat adanya keterwakilan organisasi lain, baik yang terdaftar di Dewan Pers maupun di luar Dewan Pers. Kondisi ini, menurutnya, menunjukkan lemahnya komitmen pemerintah dalam menjaga keberagaman dan kesetaraan ekosistem pers.

Jusuf Rizal menegaskan bahwa pembinaan wartawan harus bersifat terbuka, transparan, dan inklusif. Ia menilai pendekatan tertutup hanya akan memperlebar jurang perbedaan di internal komunitas pers serta memperkuat stigma politisasi media.

IJW juga menyoroti potensi dampak jangka panjang dari kebijakan tersebut. Menurut Jusuf Rizal, jika dibiarkan, praktik seperti ini dapat melemahkan fungsi kontrol sosial pers terhadap kebijakan pemerintah.

“Kami khawatir kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi opini agar pemberitaan terhadap pemerintah menjadi lebih lunak, terutama di tengah sorotan publik terhadap isu-isu besar seperti pemberantasan korupsi, polemik program Makan Bergizi Gratis, dan berbagai kebijakan strategis nasional,” tegasnya.

Atas dasar itu, IJW mendesak Kementerian Pertahanan untuk memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait dasar penunjukan peserta retret. IJW juga meminta pemerintah menjaga jarak profesional dengan seluruh elemen pers demi menjaga kemerdekaan pers.

“Pers tidak boleh dijadikan alat legitimasi kekuasaan. Negara wajib memastikan semua wartawan diperlakukan setara tanpa diskriminasi organisasi,” tutup Jusuf Rizal.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

22 PNS Pemko Batam Pensiun: Dedikasi dan Ucapan Terima Kasih

JDNews.co.id, Batam – Wali Kota Batam, H Muhammad Rudi (HMR), diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, H Jefridin, melepas dan menyerahkan Surat Keputusan (SK)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait