MEXICO CITY, JDNews.co.id – Gelombang kekerasan melanda Meksiko setelah pimpinan Jalisco New Generation Cartel (CJNG), Nemesio Rubén Oseguera Cervantes alias El Mencho, dinyatakan tewas dalam operasi militer. Insiden tersebut memicu reaksi brutal dari jaringan kartel yang langsung melakukan serangan balasan di berbagai daerah, Selasa (24/2/2026).
Aksi kekerasan dilaporkan terjadi hampir di selusin negara bagian. Kelompok bersenjata membakar kendaraan, merusak fasilitas umum, hingga memblokade jalan utama untuk menghambat mobilisasi aparat keamanan.
Situasi ini membuat sejumlah wilayah berubah drastis menjadi kawasan rawan konflik.
Di kota wisata Puerto Vallarta, kepulan asap terlihat di berbagai titik akibat pembakaran kendaraan. Sementara itu, wilayah Michoacán yang dikenal sebagai salah satu basis operasi kartel juga ikut terdampak dengan intensitas kekerasan yang meningkat tajam.
Kondisi mencekam juga dirasakan di Guadalajara. Aktivitas warga lumpuh setelah anggota kartel melepaskan tembakan di ruang terbuka dan membakar sejumlah fasilitas vital, termasuk SPBU, toko, hingga apotek.
Pemerintah setempat terpaksa meliburkan sekolah dan menghentikan sebagian layanan publik.
El Mencho dilaporkan mengalami luka serius saat operasi militer di Tapalpa sebelum akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju Mexico City untuk mendapatkan perawatan.
Dalam operasi tersebut, aparat juga mengamankan berbagai senjata berat dari kelompok kartel.
Presiden Claudia Sheinbaum meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan otoritas.
Pemerintah pusat disebut terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna meredam eskalasi situasi. Gubernur Jalisco juga mengimbau warga untuk tetap berada di rumah demi keselamatan.
Di tingkat internasional, pemerintah Amerika Serikat sebelumnya telah menetapkan CJNG sebagai organisasi teroris asing di era Donald Trump, sekaligus menjanjikan hadiah besar bagi informasi terkait El Mencho.
CJNG selama ini dikenal sebagai kartel dengan kekuatan militer yang agresif dan teknologi tinggi, termasuk penggunaan drone bersenjata serta bahan peledak.
Kelompok ini menjadi salah satu pemasok utama fentanil ke pasar global, bersaing ketat dengan Kartel Sinaloa.
Dampak dari situasi ini meluas hingga sektor transportasi udara.
Sejumlah maskapai dari Amerika Serikat dan Kanada membatalkan penerbangan ke Meksiko, menyusul meningkatnya risiko keamanan di berbagai kota tujuan.


