Batam, JDNews.co.id – Momen dramatis terjadi di depan Top 100 Tembesi, Batuaji, pada Rabu (25/2) sore hari. Seorang pria yang diduga hendak mencuri kabel tower Smartfren nekat memanjat hingga ketinggian sekitar 100 meter setelah aksinya dipergoki warga. Kamis (26/2/2026)
Kejadian itu sontak menyita perhatian masyarakat sekitar. Teriakan warga yang mengetahui dugaan aksi pencurian membuat pelaku panik dan memilih naik ke puncak tower demi menghindari amukan massa yang mulai tersulut emosi.
Selama kurang lebih empat jam, pria tersebut bertahan di atas tower dalam situasi yang penuh risiko. Upaya awal dari tim Damkar Kota Batam belum membuahkan hasil, karena pelaku enggan turun dan kondisi semakin menegangkan.
Titik balik terjadi saat anggota Brimob Polda Kepri, Bharatu Renaldi, mengambil alih pendekatan.
Dengan komunikasi yang tenang, empati, serta strategi negosiasi yang tepat, ia perlahan membangun kepercayaan hingga akhirnya pelaku bersedia turun.
Proses evakuasi berlangsung penuh kehati-hatian, mengingat risiko tinggi dari ketinggian. Berkat kesigapan dan profesionalisme petugas, pria tersebut berhasil diturunkan dalam keadaan selamat.
Situasi sempat memanas ketika sejumlah warga yang emosi mencoba melampiaskan kemarahan.
Namun aparat kepolisian bergerak cepat mengendalikan keadaan dan langsung mengamankan pelaku ke dalam mobil petugas untuk mencegah aksi main hakim sendiri.
Wakapolsek Batuaji, Iptu Andi Pakpahan, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa pria itu kini telah diamankan dan tengah menjalani proses penyelidikan. Selain itu, ambulans dari Puskesmas Batu Aji juga disiagakan sebagai langkah antisipasi medis.
Aksi yang ditunjukkan Bharatu Renaldi menuai apresiasi luas dari masyarakat Batam. Warga menilai keberanian yang dibarengi pendekatan humanis menjadi kunci dalam menyelamatkan nyawa di tengah situasi genting.
Peristiwa ini menegaskan bahwa tugas aparat bukan hanya menegakkan hukum, tetapi juga menjaga keselamatan semua pihak. Keteladanan seperti ini menjadi cerminan nyata hadirnya negara di tengah masyarakat dalam situasi krisis.


