close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

29.8 C
Jakarta
Rabu, April 29, 2026

AS Kirim Ribuan Marinir dan Kapal Perang ke Timur Tengah, Ketegangan dengan Iran Kian Memanas ‎

Washington DC, JDNews.co.id – Pemerintah Amerika Serikat memutuskan menambah kekuatan militernya di kawasan Timur Tengah dengan mengerahkan ribuan personel Marinir beserta sejumlah kapal perang. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya intensitas operasi militer Washington bersama Israel yang menargetkan kepentingan Iran di kawasan tersebut.

‎Menurut keterangan Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon yang dikutip dari AFP dan Al Arabiya, Sabtu (14/3/2026), pengerahan tersebut mencakup satu unit Marine Expeditionary Unit (MEU).

‎Satuan tempur ini dikenal sebagai pasukan reaksi cepat militer AS yang biasanya terdiri dari sekitar 5.000 personel, didukung beberapa kapal perang dan armada udara.

‎Para pejabat militer AS menyebutkan bahwa unit yang akan dikerahkan berasal dari kawasan Indo-Pasifik. Selain personel Marinir, pengerahan ini juga melibatkan kapal-kapal amfibi serta jet tempur guna memperkuat kemampuan operasi udara dan mobilitas tempur di wilayah konflik.

‎Dalam struktur operasionalnya, kelompok tempur tersebut tergabung dalam formasi Amphibious Ready Group/Marine Expeditionary Unit (ARG/MEU).

‎Formasi ini biasanya terdiri dari sekitar 2.500 Marinir dan 2.500 pelaut Angkatan Laut AS yang dilengkapi dengan berbagai persenjataan modern untuk menjalankan misi tempur, operasi pendaratan amfibi, hingga respon krisis.

‎Laporan The Wall Street Journal mengungkapkan bahwa kapal perang amfibi USS Tripoli (LHA-7) yang berbasis di Jepang bersama pasukan Marinir yang berada di dalamnya saat ini tengah bergerak menuju kawasan Timur Tengah.

‎Media tersebut juga menyebutkan bahwa sejumlah Marinir AS sebenarnya telah lebih dahulu ditempatkan di kawasan itu sebagai bagian dari operasi militer yang sedang berlangsung menghadapi Iran.

‎Permintaan tambahan pasukan itu,
‎menurut laporan tersebut, diajukan oleh United States Central Command (CENTCOM), komando militer AS yang mengawasi operasi di kawasan Timur Tengah. Usulan tersebut kemudian disetujui oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.

‎Pengerahan kekuatan tempur tambahan ini dinilai sebagai sinyal meningkatnya eskalasi militer di Timur Tengah, yang berpotensi memperluas ketegangan geopolitik di kawasan tersebut apabila tidak segera mereda.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait