close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

34 C
Jakarta
Rabu, April 8, 2026

Laporan ke Polisi di Balik Video Viral Ketika Polemik Parkir Tiban Centre Berubah Jadi Pertarungan Narasi dan Kekuasaan

Batam,JDNews.co.id – Polemik parkir di kawasan kuliner Tiban Centre kini tak lagi sekadar persoalan teknis di lapangan. Ia telah menjelma menjadi konflik terbuka yang memperlihatkan benturan kepentingan, pertarungan narasi, hingga penggunaan jalur hukum sebagai respons atas kritik publik. Panglima Tengah Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) Kota Batam, Datuk Hasbullah, resmi melaporkan akun TikTok @Tribanua dan seorang pedagang kuliner Toto ke Subdit V Cyber Crime Polda Kepri, Senin (6/4/2026).

‎Laporan ini dipicu oleh video viral yang menampilkan pernyataan seorang pedagang bernama Toto yang memuat tudingan dugaan praktik parkir liar (pungli), dorongan sistem parkir mandiri, hingga pelabelan LMB sebagai organisasi preman.

‎Bagi LLMB, ini adalah serangan terhadap marwah lembaga. Namun bagi publik, ini bisa dibaca lebih luas sebuah gejala klasik ketika kritik yang berkembang di ruang terbuka justru berujung di meja hukum.

‎Hasbullah menilai konten tersebut tidak berdasar, tidak terverifikasi, dan menyudutkan secara sepihak tanpa ruang klarifikasi. Ia menegaskan bahwa tudingan dalam video telah mencederai reputasi lembaga yang dipimpinnya.

‎“Ini bukan kritik, ini framing yang merugikan dan tidak bisa dibiarkan,” tegasnya.

‎Namun di titik inilah persoalan menjadi lebih kompleks. Ketika kritik meskipun tajam dan belum tentu sepenuhnya benar langsung direspons dengan laporan menggunakan UU ITE, muncul kekhawatiran akan menyempitnya ruang diskusi publik.

‎Alih-alih memperjelas persoalan, langkah hukum justru berpotensi menggeser fokus dari substansi ke konflik baru siapa membungkam siapa.

‎LLMB mengklaim telah turun langsung ke lapangan dan mengantongi bukti bahwa sekitar 80 persen dari 45 pedagang masih memilih sistem parkir dengan juru parkir. Klaim ini diperkuat dengan tanda tangan pedagang sebagai bentuk dukungan.

‎Namun pertanyaannya belum selesai di situ. Sejauh mana proses pengumpulan dukungan itu dilakukan secara independen?

‎Apakah semua pedagang memiliki kebebasan yang sama untuk menyuarakan pendapat?

‎Dan yang paling krusial apakah sistem parkir yang berjalan saat ini benar-benar transparan dan bebas dari praktik yang dipersoalkan?

‎Di sisi lain, narasi tentang sistem parkir mandiri juga bukan tanpa celah. Kekhawatiran soal keamanan kendaraan, tanggung jawab saat terjadi kehilangan, hingga risiko kecelakaan menjadi alasan rasional bagi pedagang yang menolak perubahan.

‎Artinya, persoalan ini bukan hitam-putih melainkan tarik-menarik kepentingan yang belum menemukan titik temu.

‎Yang justru mengemuka adalah absennya transparansi menyeluruh. Siapa yang mengelola parkir? Bagaimana alur uangnya? Siapa yang bertanggung jawab jika terjadi masalah?

‎Pertanyaan-pertanyaan ini belum terjawab secara terbuka, sementara publik sudah disuguhi konflik yang melebar ke mana-mana.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

22 PNS Pemko Batam Pensiun: Dedikasi dan Ucapan Terima Kasih

JDNews.co.id, Batam – Wali Kota Batam, H Muhammad Rudi (HMR), diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, H Jefridin, melepas dan menyerahkan Surat Keputusan (SK)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait