Batam, JDNews.co.id – Lambannya pengerjaan perbaikan jalan di sejumlah titik di Kota Batam mulai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Bukan karena warga menolak pembangunan, melainkan karena pekerjaan yang seharusnya menjadi bagian dari peningkatan infrastruktur justru dinilai mengganggu aktivitas masyarakat akibat durasi pengerjaan yang terlalu lama dan pelaksanaan pada jam-jam sibuk. Kamis (13/8/2026)
Di sejumlah ruas jalan, aktivitas pekerjaan membuat badan jalan menyempit sehingga arus kendaraan tersendat. Ketika kondisi tersebut bertepatan dengan jam berangkat dan pulang kerja, antrean kendaraan pun tak terhindarkan dan kemacetan menjadi pemandangan yang harus dihadapi masyarakat.
Kondisi ini memunculkan desakan agar pemerintah tidak hanya melakukan pembangunan, tetapi juga mengevaluasi secara serius kinerja para kontraktor yang mengerjakan proyek perbaikan jalan.
Warga mempertanyakan apakah setiap pekerjaan telah memiliki target penyelesaian yang jelas dan apakah progres di lapangan benar-benar diawasi secara ketat oleh instansi terkait.
“Kalau memang jalan harus diperbaiki, kami mendukung. Tetapi kontraktor juga harus profesional. Jangan sampai pekerjaan yang seharusnya cepat selesai justru berlarut-larut dan masyarakat yang menanggung kemacetannya,” ujar salah seorang warga.
Pembangunan tidak boleh menjadi alasan untuk mengorbankan kepentingan masyarakat terlalu lama.
Pemerintah dinilai perlu memastikan setiap kontraktor bekerja berdasarkan perencanaan, metode kerja dan batas waktu yang telah ditentukan. Apabila terdapat pekerjaan yang progresnya lamban tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, evaluasi harus dilakukan secara tegas.
Jangan sampai proyek hanya dinilai dari hasil akhirnya, sementara selama proses pengerjaan masyarakat harus menghadapi kemacetan setiap hari.
Warga juga meminta kontraktor lebih profesional dalam menentukan waktu pekerjaan. Jika pengerjaan menggunakan sebagian badan jalan, maka harus ada pengaturan lalu lintas yang memadai agar dampaknya terhadap pengguna jalan dapat ditekan.
Terlebih, Batam merupakan kota dengan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat yang tinggi. Setiap gangguan terhadap ruas jalan utama secara otomatis akan berdampak terhadap ribuan pengguna kendaraan.
Karena itu, pekerjaan yang berlangsung pada jam-jam padat perlu mendapat perhatian khusus.
Kontraktor bekerja untuk membangun infrastruktur, bukan membangun antrean kendaraan.
Sejumlah warga berharap pemerintah tidak ragu memberikan teguran maupun evaluasi apabila ditemukan pekerjaan yang berjalan tidak sesuai target. Jika kontraktor diberikan tenggat waktu, maka tenggat tersebut harus menjadi komitmen yang benar-benar dipenuhi.
“Pemerintah harus tegas. Kalau kontraktornya lambat, evaluasi. Kalau ada target pekerjaan, harus dikejar supaya cepat selesai. Masyarakat sudah cukup terganggu dengan kemacetan,” ungkap warga lainnya.
Masyarakat juga meminta agar pengawasan tidak hanya dilakukan ketika proyek dimulai. Pengawasan harus berjalan dari awal hingga pekerjaan dinyatakan selesai.
Progress pekerjaan perlu dipantau secara berkala sehingga setiap potensi keterlambatan dapat segera diketahui dan dicarikan solusinya.
Selain itu, pemerintah perlu memastikan kontraktor mengutamakan keselamatan pengguna jalan dengan memasang rambu, pembatas, penerangan serta petugas pengatur lalu lintas apabila diperlukan.
Sebab, pekerjaan jalan yang tidak dikelola secara profesional bukan hanya berpotensi menimbulkan kemacetan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara maupun pekerja di lapangan.
Warga tidak menolak pembangunan. Warga hanya meminta pembangunan dilakukan secara profesional.
Masyarakat Batam berharap pemerintah menjadikan keluhan terkait kemacetan dan lambannya pengerjaan jalan sebagai bahan evaluasi, bukan sekadar keluhan yang berulang tanpa penyelesaian.
Pemerintah diminta duduk bersama pihak kontraktor dan instansi teknis untuk mengevaluasi proyek yang mengalami keterlambatan, memastikan target penyelesaian, serta mencari langkah percepatan yang realistis.
Jangan sampai proyek yang seharusnya meningkatkan kualitas jalan justru menurunkan kualitas mobilitas masyarakat dalam waktu yang tidak jelas.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah proyek bukan hanya terletak pada apakah jalan tersebut selesai diperbaiki, tetapi juga seberapa efektif, cepat, aman dan profesional proses pengerjaannya.
Kini masyarakat menunggu ketegasan pemerintah.
Evaluasi kontraktor, percepat pekerjaan, tertibkan pelaksanaan di jam sibuk, dan pastikan setiap proyek selesai sesuai target.
Sebab bagi masyarakat Batam, jalan yang baik memang penting. Tetapi proses menuju jalan yang baik juga tidak boleh membuat masyarakat terjebak dalam kemacetan tanpa kepastian.

