close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

27.2 C
Jakarta
Rabu, April 29, 2026

“Jumbo” Cetak Sejarah: Film Animasi Indonesia Pertama Tembus 1 Juta Penonton

JDNews.co.id – Film animasi lokal Jumbo mencetak sejarah baru di industri perfilman Indonesia. Untuk pertama kalinya, film animasi buatan anak bangsa berhasil menembus angka 1 juta penonton di bioskop. Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi perkembangan film animasi nasional yang selama ini jarang mendapat sorotan besar di layar lebar.

Jumbo sendiri merupakan film petualangan keluarga yang mengangkat cerita tentang seekor gajah muda pemberani yang berjuang melindungi hutan dari ancaman manusia serakah. Dengan kisah yang menyentuh dan animasi yang memikat, film ini berhasil menarik perhatian penonton dari berbagai kalangan, terutama anak-anak dan keluarga.

Dirilis pada pertengahan Maret 2025, Jumbo langsung mencuri perhatian dengan promosi yang masif dan dukungan komunitas perfilman lokal. Dalam waktu kurang dari satu bulan, film ini sukses melewati angka fantastis: 1 juta tiket terjual. Prestasi ini bahkan mengungguli beberapa film impor yang tayang di waktu bersamaan.

Keberhasilan Jumbo menunjukkan bahwa film animasi lokal punya potensi besar untuk bersaing di pasar domestik. Selama ini, animasi Indonesia kerap dianggap “kalah pamor” dibanding produksi luar negeri. Namun Jumbo membuktikan bahwa kualitas produksi lokal tak kalah saing jika digarap dengan serius, menyentuh nilai-nilai lokal, dan menyajikan cerita yang kuat.

Sutradara Jumbo, Dimas Aditya, mengaku terharu dengan pencapaian ini. “Kami mengerjakannya dengan sepenuh hati, dan ternyata penonton bisa merasakan itu. Ini kemenangan untuk semua animator, penulis cerita, dan seniman lokal,” ujarnya dalam konferensi pers. Ia berharap kesuksesan ini membuka pintu lebih lebar bagi film animasi Indonesia di masa depan.

Kini, Jumbo tak hanya jadi film populer, tapi juga simbol kebangkitan animasi Indonesia. Momentum ini bisa menjadi titik tolak bagi lahirnya lebih banyak karya animasi berkualitas yang tidak hanya menghibur, tapi juga membawa nilai edukatif dan kebanggaan akan budaya sendiri.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait