close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

27.3 C
Jakarta
Senin, April 20, 2026

Dampak Karang Gigi pada Kesehatan Gusi: Apa yang Harus Anda Ketahui?

JDNews.co.id,- Karang gigi sering kali dianggap sepele, padahal keberadaannya bisa memberikan dampak serius pada kesehatan mulut, terutama gusi. Karang gigi yang dibiarkan menumpuk dapat memicu berbagai masalah yang tidak hanya mengganggu penampilan, tetapi juga merusak kesehatan gigi dan gusi secara keseluruhan.

Karang gigi adalah plak yang telah mengeras akibat bercampur dengan mineral dari air liur. Karang gigi biasanya terbentuk di sekitar garis gusi atau di sela-sela gigi. Karena keras, karang gigi tidak bisa dihilangkan hanya dengan menyikat gigi biasa dan memerlukan bantuan profesional untuk membersihkannya.

Dampak Karang Gigi pada Kesehatan Gusi

  1. Iritasi pada Gusi (Gingivitis) Karang gigi yang menumpuk di sepanjang garis gusi dapat menyebabkan iritasi. Hal ini memicu peradangan pada gusi yang dikenal sebagai gingivitis. Gejala yang sering muncul meliputi:
    • Gusi berwarna merah atau bengkak.
    • Gusi mudah berdarah saat menyikat gigi.
    • Napas tidak sedap akibat penumpukan bakteri.
  2. Penyakit Gusi Lanjut (Periodontitis) Jika gingivitis tidak diobati, kondisi ini dapat berkembang menjadi periodontitis. Pada tahap ini, infeksi telah merusak jaringan dan tulang yang mendukung gigi. Akibatnya, gigi bisa goyang atau bahkan tanggal. Periodontitis juga dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan lain, seperti penyakit jantung.
  3. Kantung Gusi Penumpukan karang gigi dapat menyebabkan terbentuknya kantung antara gusi dan gigi. Kantung ini menjadi tempat berkumpulnya bakteri, yang memperburuk infeksi dan mempercepat kerusakan jaringan gusi.
  4. Resesi Gusi Karang gigi yang terus menekan gusi dapat menyebabkan gusi mundur (resesi gusi). Akibatnya, akar gigi menjadi terekspos, sehingga lebih rentan terhadap kerusakan dan gigi menjadi sensitif.

Cara Mengatasi dan Mencegah Karang Gigi

  1. Pembersihan gigi profesional, satu-satunya cara efektif untuk menghilangkan karang gigi adalah melalui pembersihan profesional (scaling) oleh dokter gigi. Prosedur ini membantu membersihkan karang gigi di tempat yang sulit dijangkau oleh sikat gigi.
  2. Sikat gigi dengan teknik yang benar, gunakan sikat gigi berbulu lembut dan pasta gigi yang mengandung fluoride. Sikat gigi minimal dua kali sehari dengan gerakan yang tepat untuk menghindari penumpukan plak.
  3. Gunakan benang gigi dan obat kumur, membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi dapat membantu menghilangkan plak sebelum berubah menjadi karang gigi. Obat kumur antiseptik juga dapat membantu mengurangi bakteri di mulut.
  4. Kurangi konsumsi makanan dan minuman manis, gula dapat menjadi makanan bagi bakteri yang memicu pembentukan plak. Batasi konsumsi makanan manis dan minuman bersoda untuk menjaga kesehatan mulut.
  5. Pemeriksaan gigi rutin, kunjungi dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk pemeriksaan dan pembersihan gigi. Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi masalah gigi dan gusi sejak dini.

Karang gigi bukan hanya masalah estetika, tetapi juga ancaman serius bagi kesehatan gusi. Dengan menjaga kebersihan mulut dan rutin memeriksakan gigi ke dokter, Anda dapat mencegah penumpukan karang gigi dan menjaga kesehatan gusi tetap optimal. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter gigi jika Anda mengalami tanda-tanda masalah pada gusi.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait