close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

33.3 C
Jakarta
Rabu, April 22, 2026

Fenomena Stunting Masih Menghantui: Saatnya Masyarakat Bergerak Bersama

Oleh : Sri Nuryati, S.ST., M.K.M (Dosen Universitas Nagoya Indonesia)

JDNews.co.id, – Di balik senyum polos anak-anak Indonesia, tersimpan tantangan besar yang masih mengintai: stunting. Meski berbagai program telah dijalankan oleh pemerintah, kasus stunting belum sepenuhnya hilang dari sekitar kita. Data menunjukkan, masih banyak anak Indonesia yang tumbuh dengan tinggi badan di bawah standar usianya. Ini bukan sekadar soal penampilan, melainkan tentang kualitas hidup dan masa depan generasi penerus bangsa.

Sebagai bidan, saya sering melihat langsung bagaimana stunting berakar. Mulai dari kurangnya asupan gizi sejak kehamilan, pemberian ASI yang tidak optimal, hingga pola makan anak yang kurang seimbang. Sayangnya, masih ada anggapan bahwa stunting adalah hal biasa atau bawaan lahir. Padahal, stunting adalah kondisi yang dapat dicegah dan ditangani jika semua pihak bergerak bersama.

Peran orang tua sangat krusial. Calon ibu sebaiknya memeriksakan kehamilannya secara rutin, memastikan asupan zat besi, protein, dan vitamin terpenuhi. Setelah bayi lahir, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan harus menjadi prioritas, disertai dengan pemberian makanan tambahan bergizi seiring bertambahnya usia anak.

Namun, upaya ini tidak cukup jika hanya dibebankan pada keluarga. Pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat luas perlu bergandengan tangan. Akses pelayanan kesehatan harus ditingkatkan, edukasi gizi diperluas, dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak harus diciptakan bersama.

Mari kita sadar: mencegah stunting bukan hanya soal satu anak atau satu keluarga, melainkan soal masa depan bangsa. Saatnya kita berhenti menganggap stunting sebagai hal biasa. Ini adalah alarm yang mengingatkan kita semua untuk bergerak bersama, sekarang juga.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait