close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

25.2 C
Jakarta
Kamis, Januari 15, 2026

‎Negara Tidak Boleh Kalah dari Bandar Judi Online

‎Batam, JDNews.co.id – Perjudian online di Indonesia telah berubah dari sekadar kejahatan digital menjadi bencana sosial nasional. Ribuan situs judi online beroperasi bebas, menyasar anak muda, pelajar, hingga pekerja kecil, sementara negara terlihat gagap, lamban, dan terkesan kalah menghadapi bandar-bandar judi yang merajalela di ruang digital Indonesia. Rabu (14/01/2026)

‎Judi online bukan hiburan, melainkan alat penghancur karakter dan moral. Dari kecanduan akut, ledakan emosi, kebohongan sistematis, hingga tindakan kriminal, semua lahir dari praktik judi digital yang dibiarkan hidup.

‎Banyak korban berubah menjadi pribadi yang kehilangan empati, nekat berutang, mencuri, bahkan merusak keluarganya sendiri demi satu hal, modal berjudi.

‎Yang paling memprihatinkan, generasi muda dijadikan sasaran empuk. Dengan promosi masif, bonus palsu, dan janji kemenangan instan, judi online menjerat anak-anak bangsa sejak usia produktif.

‎Pendidikan runtuh, masa depan dipertaruhkan, dan nilai kerja keras digantikan oleh mental instan dan spekulatif. Ini bukan kebetulan, ini kejahatan terstruktur.

‎Publik kini bertanya dengan nada marah, di mana negara saat generasi muda diseret ke jurang kehancuran? Pemblokiran yang dilakukan sejauh ini dinilai hanya formalitas.

‎Satu situs ditutup, puluhan lainnya muncul. Tanpa pemutusan jalur transaksi, tanpa penindakan keras terhadap bandar dan fasilitator, upaya pemberantasan hanya menjadi sandiwara.

‎Pemerintah didesak menghentikan sikap setengah hati. Blokir total seluruh situs dan aplikasi judi online, tutup seluruh jalur pembayaran, kejar dan penjarakan bandar tanpa kompromi, serta bersihkan ruang digital dari promosi judi yang berkedok konten hiburan. Jika negara terus ragu, maka pembiaran ini patut disebut sebagai kegagalan melindungi rakyatnya sendiri.

‎Judi online adalah bom waktu sosial. Jika tidak segera dimatikan dari akarnya, Indonesia bukan hanya kehilangan uang rakyat, tetapi kehilangan karakter generasi penerusnya. Negara harus bertindak sekarang, atau sejarah akan mencatat bahwa generasi muda hancur saat negara memilih diam.

Berita Terpopuler

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

22 PNS Pemko Batam Pensiun: Dedikasi dan Ucapan Terima Kasih

JDNews.co.id, Batam – Wali Kota Batam, H Muhammad Rudi (HMR), diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, H Jefridin, melepas dan menyerahkan Surat Keputusan (SK)...

Ketua HMI MPO Cabang Batam Soroti Pembiaran Peredaran Rokok Ilegal, Bea Cukai Dinilai Gagal

JDNews.co.id, Batam – Ketua Umum HMI MPO Cabang Batam Madani, Bachtiar Hadi, dengan tegas menyoroti semakin masifnya peredaran rokok ilegal di Kota Batam. Rokok...

Demo Siswa di Kompleks Muhammadiyah ASEAN Batu Aji: ‘Kembalikan Guru Kami’, Guru Mogok Akibat Kesejahteraan yang Terabaikan

JDNews.com, Batam – Kompleks Muhammadiyah ASEAN Batu Aji menjadi saksi demo dari ratusan siswa Muhammadiyah yang menuntut kehadiran kembali guru-guru mereka yang mogok mengajar....

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait