close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

26.7 C
Jakarta
Minggu, Februari 8, 2026

JDNews.co.id, JAKARTA — Indonesian Journalist Watch (IJW) menilai pelaksanaan Retret Wartawan menjelang Hari Pers Nasional (HPN) yang hanya melibatkan wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sarat kepentingan politik. Kebijakan tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip netralitas negara terhadap insan pers.

Ketua Umum IJW, KRH HM Jusuf Rizal, SH, menyebut kebijakan Kementerian Pertahanan di bawah kepemimpinan Syafrie Sjamsoeddin berpotensi menciptakan ketimpangan relasi antara pemerintah dan media. Menurutnya, perlakuan eksklusif terhadap satu organisasi wartawan berisiko merusak kepercayaan publik terhadap independensi pers.

“Negara seharusnya berdiri sama tinggi di hadapan seluruh organisasi pers. Jika hanya satu kelompok yang diakomodasi, publik patut menduga adanya agenda tertentu di balik kegiatan tersebut,” ujar Jusuf Rizal di Jakarta.

Ia mengungkapkan bahwa dari sekitar 200 wartawan peserta retret, tidak terlihat adanya keterwakilan organisasi lain, baik yang terdaftar di Dewan Pers maupun di luar Dewan Pers. Kondisi ini, menurutnya, menunjukkan lemahnya komitmen pemerintah dalam menjaga keberagaman dan kesetaraan ekosistem pers.

Jusuf Rizal menegaskan bahwa pembinaan wartawan harus bersifat terbuka, transparan, dan inklusif. Ia menilai pendekatan tertutup hanya akan memperlebar jurang perbedaan di internal komunitas pers serta memperkuat stigma politisasi media.

IJW juga menyoroti potensi dampak jangka panjang dari kebijakan tersebut. Menurut Jusuf Rizal, jika dibiarkan, praktik seperti ini dapat melemahkan fungsi kontrol sosial pers terhadap kebijakan pemerintah.

“Kami khawatir kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi opini agar pemberitaan terhadap pemerintah menjadi lebih lunak, terutama di tengah sorotan publik terhadap isu-isu besar seperti pemberantasan korupsi, polemik program Makan Bergizi Gratis, dan berbagai kebijakan strategis nasional,” tegasnya.

Atas dasar itu, IJW mendesak Kementerian Pertahanan untuk memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait dasar penunjukan peserta retret. IJW juga meminta pemerintah menjaga jarak profesional dengan seluruh elemen pers demi menjaga kemerdekaan pers.

“Pers tidak boleh dijadikan alat legitimasi kekuasaan. Negara wajib memastikan semua wartawan diperlakukan setara tanpa diskriminasi organisasi,” tutup Jusuf Rizal.

Berita Terpopuler

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

22 PNS Pemko Batam Pensiun: Dedikasi dan Ucapan Terima Kasih

JDNews.co.id, Batam – Wali Kota Batam, H Muhammad Rudi (HMR), diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, H Jefridin, melepas dan menyerahkan Surat Keputusan (SK)...

Ketua HMI MPO Cabang Batam Soroti Pembiaran Peredaran Rokok Ilegal, Bea Cukai Dinilai Gagal

JDNews.co.id, Batam – Ketua Umum HMI MPO Cabang Batam Madani, Bachtiar Hadi, dengan tegas menyoroti semakin masifnya peredaran rokok ilegal di Kota Batam. Rokok...

Demo Siswa di Kompleks Muhammadiyah ASEAN Batu Aji: ‘Kembalikan Guru Kami’, Guru Mogok Akibat Kesejahteraan yang Terabaikan

JDNews.com, Batam – Kompleks Muhammadiyah ASEAN Batu Aji menjadi saksi demo dari ratusan siswa Muhammadiyah yang menuntut kehadiran kembali guru-guru mereka yang mogok mengajar....

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait