close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

30 C
Jakarta
Minggu, Juli 12, 2026

Ribuan Orang Tua Menanti Kepastian, SMKN 5 Batam Penuh Sesak Dua Dapur SPPG MBG Bisa Berdiri, Mengapa Ruang Kelas Tak Kunjung Bertambah?

Batam, JDNews.co.id – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMK Negeri 5 Batam, Kecamatan Sagulung, memicu gelombang keluhan dari para orang tua calon peserta didik. Di tengah tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di sekolah negeri, keterbatasan daya tampung kembali menjadi persoalan yang belum mampu diatasi. Minggu (12/7/2026)

‎Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam rapat yang digelar di SMKN 5 Batam dan dihadiri oleh Kanit Intel Polsek Sagulung beserta jajarannya, Lurah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdis), LPM, Ketua RT, Ketua RW, serta tokoh masyarakat.

‎Dalam pertemuan tersebut, hampir seluruh peserta menyuarakan harapan agar rombongan belajar (rombel) ditambah serta pendaftaran secara offline di SMKN 5 Batam dibuka, sehingga lebih banyak lulusan SMP dapat memperoleh kesempatan bersekolah.

‎Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Kepala SMKN 5 Batam menegaskan bahwa pihak sekolah hanya menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah.

‎”Kami menjalankan tugas sesuai dengan hasil Rapat Pleno Penetapan Sistem Penerimaan Murid Baru tanggal 10 Juli 2026,” ujar Kepala SMKN 5 Batam.

‎Pernyataan tersebut mengacu pada Berita Acara Rapat Pleno Penetapan SPMB Tahap II Tahun Ajaran 2026/2027 yang diterbitkan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau.

‎Dalam berita acara itu disebutkan masih terdapat 614 pendaftar yang melebihi kuota pada sejumlah SMKN di Provinsi Kepulauan Riau. Di Kota Batam sendiri masih ada 862 calon siswa yang belum memperoleh penyaluran pada Tahap II, sementara kekurangan daya tampung SMKN mencapai sekitar 600 kursi. Sebagai solusi, rapat pleno mengusulkan penambahan daya tampung di sejumlah SMKN.

‎Namun bagi masyarakat Sagulung, angka-angka tersebut belum menjawab persoalan yang mereka hadapi setiap tahun.

‎Seorang toko masyarakat menyampaikan kritik keras terhadap kondisi tersebut.

‎”Dua dapur SPPG MBG di SMKN 5 Batam bisa berdiri, tetapi anak-anak kami justru tidak kebagian ruang kelas. Kalau fasilitas program bisa dibangun, mengapa ruang belajar untuk anak-anak tidak menjadi prioritas? Jangan sampai masyarakat menilai kebijakan ini hanya akal-akalan di atas kertas. Yang dibutuhkan adalah penambahan rombel, ruang kelas, dan pembukaan pendaftaran offline agar anak-anak kami tidak kehilangan hak memperoleh pendidikan di sekolah negeri,” tegasnya.

‎Masyarakat berharap Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau tidak berhenti pada hasil rapat pleno semata, tetapi segera mengambil langkah nyata dengan menambah rombongan belajar dan kapasitas ruang kelas di SMKN 5 Batam.

‎Bagi para orang tua, pendidikan bukan sekadar angka dalam laporan, melainkan hak yang harus dijamin oleh negara. Jika persoalan ini terus berulang setiap tahun, kepercayaan masyarakat terhadap pemerataan akses pendidikan dikhawatirkan akan semakin menurun.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait