close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

31.1 C
Jakarta
Jumat, April 17, 2026

Kejang Saat Demam: Kapan Harus Khawatir dan Segera ke Dokter?

JDNews.co.id,- Kejang saat anak mengalami demam, yang dikenal sebagai kejang demam, sering kali membuat orang tua panik. Kejang demam adalah kondisi di mana anak mengalami kejang akibat kenaikan suhu tubuh yang biasanya mencapai 38°C atau lebih. Meskipun umumnya tidak berbahaya, penting bagi orang tua untuk memahami kapan kejang demam memerlukan perhatian medis segera.

Kejang demam biasanya terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Kejang ini sering berlangsung kurang dari lima menit dan disertai gejala seperti tubuh kaku, mata melotot, atau bahkan kehilangan kesadaran sesaat. Setelah kejang berakhir, anak biasanya tampak lelah tetapi dapat pulih dengan cepat. Jenis kejang ini dikenal sebagai kejang demam sederhana dan umumnya tidak meninggalkan dampak jangka panjang.

Namun, ada kondisi tertentu yang memerlukan perhatian lebih serius. Orang tua harus segera membawa anak ke dokter jika kejang berlangsung lebih dari lima menit, terjadi lebih dari satu kali dalam 24 jam, atau jika disertai gejala lain seperti muntah terus-menerus, leher kaku, atau kesulitan bernapas. Kejang demam kompleks, yang berlangsung lebih lama atau hanya melibatkan satu sisi tubuh, juga memerlukan evaluasi medis lebih lanjut.

Selama kejang, penting bagi orang tua untuk tetap tenang dan memastikan anak berada di tempat yang aman. Baringkan anak di lantai atau permukaan datar dengan posisi miring untuk mencegah tersedak. Jangan mencoba menahan gerakan anak atau memasukkan benda apa pun ke dalam mulutnya. Setelah kejang berhenti, periksa suhu tubuh anak dan berikan obat penurun panas jika diperlukan sesuai anjuran dokter.

Konsultasi dengan dokter setelah kejang demam pertama kali sangat dianjurkan untuk memastikan penyebabnya dan mendapatkan panduan lebih lanjut. Meskipun kejang demam sering kali tidak berbahaya, pemahaman yang baik tentang kondisi ini dapat membantu orang tua menangani situasi dengan lebih percaya diri. Jangan ragu untuk segera mencari pertolongan medis jika ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait