close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

26 C
Jakarta
Sabtu, Mei 2, 2026

Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal 1446 H Jatuh pada 31 Maret, Lebaran Lebih Awal?

JDNews.co.id – Organisasi Islam Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada Minggu, 31 Maret 2025. Dengan demikian, umat Islam yang mengikuti kalender Muhammadiyah akan merayakan Idulfitri lebih awal dibandingkan kemungkinan keputusan pemerintah, yang biasanya menunggu sidang isbat berdasarkan hasil rukyatul hilal.

Keputusan ini diambil berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal, yang menjadi pedoman Muhammadiyah dalam menentukan awal bulan hijriah. Menurut perhitungan mereka, pada 29 Ramadan 1446 H atau 30 Maret 2025, posisi hilal sudah memenuhi syarat untuk masuk ke bulan baru, sehingga keesokan harinya, 31 Maret, ditetapkan sebagai Hari Raya Idulfitri.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat pada 29 Ramadan untuk menentukan 1 Syawal. Sidang ini melibatkan para ahli astronomi, ulama, dan perwakilan ormas Islam, dengan mempertimbangkan hasil pengamatan hilal di berbagai titik di Indonesia. Jika hilal belum terlihat, ada kemungkinan Lebaran jatuh pada 1 April 2025, sesuai dengan metode rukyat yang dianut pemerintah.

Perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri bukanlah hal baru di Indonesia. Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab sering kali menetapkan Lebaran lebih awal dibandingkan pemerintah yang menggabungkan metode rukyat dan hisab. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap menghormati perbedaan ini dan menjaga toleransi antarumat Islam.

Bagi warga Muhammadiyah, keputusan ini sudah final dan akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan Salat Idulfitri serta tradisi Lebaran lainnya. Di sisi lain, umat Islam yang menunggu keputusan pemerintah masih harus menanti hasil sidang isbat sebelum memastikan tanggal Lebaran.

Dengan potensi perbedaan ini, masyarakat diharapkan tetap menjunjung tinggi kebersamaan dan saling menghormati pilihan masing-masing. Apapun keputusannya, Idulfitri tetap menjadi momentum penting untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait