close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

32.5 C
Jakarta
Senin, April 27, 2026

Terobosan atau Kontroversi? BNN dan BRIN Bahas Riset Ganja Medis

JDNews.co.id – Kolaborasi antara Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam membahas potensi riset ganja untuk keperluan medis menuai perhatian publik. Di tengah sorotan terhadap kebijakan narkotika yang cenderung ketat, langkah ini memunculkan pertanyaan besar: apakah ini sebuah terobosan dalam dunia medis, atau justru membuka ruang kontroversi baru di tengah masyarakat?

Ganja selama ini dikategorikan sebagai narkotika golongan I dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, yang artinya dilarang untuk digunakan baik secara medis maupun rekreasional. Namun, desakan dari komunitas medis dan pasien yang membutuhkan terapi alternatif membuat topik ini kembali mencuat. BNN dan BRIN kini membuka wacana untuk meninjau ulang pendekatan terhadap ganja, setidaknya untuk keperluan penelitian dan pengembangan pengobatan.

Menurut Kepala BRIN, potensi senyawa aktif dalam tanaman ganja seperti cannabidiol (CBD) diyakini memiliki manfaat dalam pengobatan beberapa penyakit, termasuk epilepsi, nyeri kronis, dan gangguan saraf. Riset yang dilakukan secara ilmiah dan terkontrol diharapkan bisa memberi landasan kuat bagi pembentukan regulasi yang lebih proporsional. Ini menjadi langkah awal penting menuju pemanfaatan ganja dalam kerangka medis dan bukan untuk disalahgunakan.

Sementara itu, BNN menegaskan bahwa keterlibatan mereka dalam wacana ini bukan berarti melonggarkan pengawasan terhadap narkotika. Justru, BNN ingin memastikan bahwa jika riset dilakukan, maka harus berada dalam pengawasan ketat dan tidak membuka celah bagi peredaran gelap. Kepala BNN menyatakan bahwa pengawasan dan keamanan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan riset yang mungkin dilakukan.

Masyarakat pun terbelah dalam menyikapi isu ini. Sebagian mendukung karena melihat peluang penyembuhan bagi pasien yang selama ini tidak mendapatkan terapi yang efektif. Di sisi lain, ada yang khawatir langkah ini akan disalahartikan sebagai legalisasi ganja secara umum. Edukasi publik dan transparansi proses riset menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan persepsi.

Langkah BNN dan BRIN ini bisa jadi menjadi titik balik penting dalam pendekatan Indonesia terhadap narkotika. Apakah ini akan menjadi terobosan bagi dunia medis nasional, atau justru memicu polemik berkepanjangan, semua akan bergantung pada bagaimana pemerintah mengelola regulasi, komunikasi publik, dan integritas dalam pelaksanaan risetnya.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait