close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

34.6 C
Jakarta
Selasa, April 21, 2026

Dugaan Beras Oplosan oleh PT Prima Surya Sejahtera: Skandal Pangan yang Mengintai dari Jantung Industri Batam

JDNews.co.id, Batam – Suasana di Kawasan Industri Mega Cipta Industrial Park, Blok A No. 1, Batuampar, terlihat seperti kawasan industri biasa—sunyi, teratur, dan tanpa tanda-tanda mencurigakan. Namun, di balik tembok pabrik PT Prima Surya Sejahtera, dugaan praktik kotor yang mencederai hak rakyat diduga berlangsung bertahun-tahun.

Perusahaan ini disebut menjadi pusat pengoplosan beras berskala besar. Bukan sekadar pelanggaran dagang, tapi kejahatan ekonomi yang merampas masa depan rakyat miskin.

Tim Investigasi menemukan cerita yang membuat darah mendidih. Sumber internal yang enggan disebutkan namanya mengungkap bagaimana beras kualitas rendah dicampur dengan beras medium, lalu dikemas ulang dalam karung bermerek premium. Dari luar, terlihat layaknya beras pilihan. Namun di meja makan rakyat, kualitasnya jauh dari harapan.

“Kegiatan ini bukan rahasia lagi di sini. Semua tahu, tapi tak ada yang berani bergerak. Ada pihak yang melindungi,” ujar sang narasumber dengan nada getir.

Kejahatan ini tak mungkin berjalan tanpa “payung” perlindungan. Pertanyaan besar pun mengemuka: Siapa yang menutup mata?

Lebih memprihatinkan, hingga berita ini diterbitkan, tidak ada satu pun langkah nyata dari lembaga yang seharusnya melindungi rakyat:

  • Satgas Pangan Kota Batam

  • Dinas Perdagangan Kota Batam

  • Bea dan Cukai Batam

  • Polda Kepulauan Riau (Polda Kepri)

Diamnya institusi-institusi ini bukan sekadar kelalaian, melainkan tanda tanya besar: apakah mereka tak berdaya, atau memang sengaja membiarkan?

Skandal ini bukan hanya soal beras. Ini soal hak rakyat miskin untuk makan layak. Ini soal keberanian negara dalam menindak pengkhianatan terhadap ketahanan pangan.

“Kita bicara tentang manipulasi terang-terangan terhadap bahan pokok rakyat. Ini bukan sekadar pelanggaran, tapi pembunuhan perlahan,” tegas Tim Investigasi.

Melihat tumpulnya penegakan hukum di Batam, Investigasi.News secara terbuka meminta Kementerian Perdagangan RI dan Bareskrim Mabes Polri turun langsung. Jika aparat lokal tak bergerak, pusat wajib mengambil alih.

“Jika tidak ada tindakan nyata, publik berhak menyimpulkan bahwa pengawasan pangan di Batam sudah gagal total—atau bahkan sengaja dilemahkan,” tegas redaksi Investigasi.News.

Di tengah krisis harga dan daya beli rakyat yang makin terhimpit, praktik ini adalah pengkhianatan terhadap kemanusiaan. Pelakunya bukan sekadar penipu, mereka adalah perusak masa depan bangsa.

Investigasi.News berjanji mengungkap siapa saja dalang di balik praktik kotor ini, dari pengusaha rakus hingga aparat yang bermental busuk. Kanal pelaporan dibuka bagi siapa pun yang memiliki bukti atau kesaksian.

📞 Laporkan melalui kanal resmi kami. Identitas Anda aman bersama kami.

Rakyat tidak boleh diam. Saatnya berdiri melawan kejahatan pangan. Jangan biarkan hidup kita dikendalikan oleh kongkalikong yang menggadaikan keadilan demi keuntungan pribadi.

Kebenaran harus dimenangkan. Pelaku harus diadili.
(Tim Investigasi)

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait