Batam, JDNews.co.id – Komitmen mendukung program strategis nasional kembali ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Batam melalui kegiatan panen 150 kilogram sayur kangkung hasil pembinaan kemandirian warga binaan, Rabu (4/3/2026).
Program ini menjadi bagian dari dukungan nyata terhadap Asta Cita Presiden serta Program Aksi Ketahanan Pangan yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kegiatan panen yang berlangsung di area brandgang lapas tersebut dimulai pukul 10.00 WIB hingga 11.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Batam.
Turut hadir dalam kegiatan itu jajaran pejabat struktural, di antaranya Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Kepala Seksi Administrasi Kamtib, Kepala Seksi Binadik, Kasubsi Bimker Lolahasja, Kasubsi Sarana Kerja, staf pelaksana, serta warga binaan yang tergabung sebagai tamping perkebunan.
Sebanyak 150 kilogram kangkung segar berhasil dipanen. Hasil tersebut merupakan buah dari program pembinaan kemandirian yang dijalankan secara konsisten melalui kegiatan kerja produktif di sektor pertanian.
Selain menjadi sarana pembelajaran, program ini juga membekali warga binaan dengan keterampilan bercocok tanam yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Batam menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen semata, tetapi lebih jauh sebagai proses pembinaan karakter, tanggung jawab, dan etos kerja.
“Program ketahanan pangan ini adalah bentuk kontribusi kami dalam mendukung Asta Cita Presiden dan Program Aksi Ketahanan Pangan. Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan nyata dan mental produktif,” ujarnya.
Hasil panen kemudian didistribusikan kepada pihak ketiga untuk diolah menjadi bahan makanan yang selanjutnya dapat dinikmati oleh warga binaan.
Sebagian hasil panen juga diberikan kepada tamu undangan sebagai bentuk transparansi dan apresiasi atas dukungan terhadap program pembinaan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Batam menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan selaras dengan arah kebijakan nasional.
Program pertanian di lingkungan pemasyarakatan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi jembatan harapan bagi warga binaan untuk bangkit, mandiri, dan kembali berkontribusi positif bagi masyarakat.


