close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

33.4 C
Jakarta
Rabu, April 22, 2026

Rakyat Tak Butuh Janji, Tapi Bukti dari Pemegang Jabatan ‎

Batam, JDNews.co.id – Jabatan adalah amanah, bukan peluang. Namun di tengah realitas yang ada, makna itu kerap bergeser. Ketika kekuasaan lebih sering diperlakukan sebagai jalan memperkaya diri, maka yang rusak bukan hanya sistem, tetapi juga kepercayaan rakyat yang perlahan terkikis. Selasa (17/3/2026)

‎Sorotan terhadap integritas pejabat kini semakin tajam. Masyarakat tidak lagi hanya menilai dari kata-kata, tetapi dari tindakan nyata.

‎Sebab pada akhirnya, jabatan bukan sekadar posisi administratif, melainkan tanggung jawab moral yang melekat pada setiap keputusan yang diambil.

‎Di atas kertas, komitmen terhadap pemerintahan yang bersih selalu digaungkan.

‎Namun di lapangan, penyalahgunaan wewenang masih kerap terjadi. Praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme seolah menjadi bayang-bayang yang terus mengikuti, menciptakan luka lama yang belum benar-benar sembuh.

‎“Jabatan itu bukan hak milik, tapi titipan. Ketika digunakan untuk kepentingan pribadi, itu bukan sekadar pelanggaran, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap rakyat,” ungkap seorang tokoh masyarakat yang memilih tidak disebutkan namanya.

‎Ia menegaskan, pejabat yang layak dihormati bukan yang paling sering tampil atau paling pandai membangun citra.

‎Pejabat yang sesungguhnya adalah mereka yang bekerja dalam diam, namun dampaknya nyata dirasakan masyarakat mereka yang terbuka menerima laporan, hadir saat dibutuhkan, dan menjalankan tugas tanpa menunggu sorotan.

‎Sebaliknya, ketika jabatan hanya dijadikan panggung pencitraan, sementara keluhan rakyat diabaikan, maka yang tersisa hanyalah kekuasaan tanpa makna.

‎Rakyat tidak membutuhkan janji yang diulang, tetapi kehadiran yang dirasakan.
‎Momentum menjelang Hari Raya seharusnya menjadi titik perenungan.

‎Jabatan bukan sekadar kebanggaan, tetapi ujian tentang integritas dan kejujuran.

‎Di titik inilah seorang pejabat diuji apakah tetap berdiri sebagai pelayan rakyat, atau tergelincir menjadi bagian dari persoalan yang selama ini dikeluhkan.

‎Kini, masyarakat semakin sadar dan tidak lagi pasif. Pengawasan publik menguat, dan ruang untuk menyembunyikan penyimpangan semakin sempit.

‎Kepercayaan yang hilang tidak bisa dikembalikan dengan retorika, tetapi hanya dengan tindakan nyata.

‎Pemberitaan ini menjadi pengingat tegas jabatan bukan tempat mencari keuntungan pribadi, melainkan ladang pengabdian. Di sanalah nilai seorang pemimpin benar-benar ditentukan.

‎Pada akhirnya, waktu tidak pernah bisa dibohongi jabatan boleh berakhir, tetapi jejak akan tetap tertinggal. Rakyat akan selalu ingat siapa yang tulus mengabdi, dan siapa yang memilih mengkhianati amanah di balik kekuasaan.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait