close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

32 C
Jakarta
Selasa, April 21, 2026

Pemerintah Menjamin Hak Pilih Pengungsi Erupsi Lewotobi di NTT

JDNews.co.id, Jakarta – Pemerintah menjamin hak pilih pengungsi akibat erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui penyediaan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di lokasi pengungsian. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan semua warga negara, termasuk mereka yang terkena dampak bencana, tetap dapat menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada Serentak 2024.

“Di tempat pengungsian, terdapat sekitar 12 ribu orang yang terlibat,” ungkapnya usai Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri terkait percepatan penanganan pasca bencana erupsi Gunung Lewotobi dan konflik sosial di Kabupaten Flores Timur. Rakor berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Rabu (20/11/2024).

Mendagri menjelaskan bahwa persiapan TPS di lokasi pengungsian dilakukan dengan berkoordinasi bersama penyelenggara pemilu setempat, seperti Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) daerah. Penjabat (Pj.) kepala daerah setempat juga dilibatkan. Berbagai pemangku kepentingan bekerja sama untuk mendata ulang pemilih yang terdampak, termasuk melalui pertemuan daring untuk mengoordinasikan langkah-langkah tersebut.

“Rapat dilakukan dengan KPU, Bawaslu, dan melibatkan Zoom Meeting dengan Gubernur serta Forkopimda Provinsi NTT, termasuk Kapolda, Dandim, dan Pj. Bupati Flores Timur, Ibu Sulastri, serta semua Forkopimda yang hadir, termasuk KPUD dan Bawaslu daerah,” tambahnya.

Penyediaan TPS di lokasi pengungsian diharapkan dapat memudahkan para pengungsi untuk tetap menggunakan hak politik mereka meskipun harus meninggalkan tempat tinggal. Langkah ini menjadi bukti nyata dari pemerintah untuk memastikan tidak ada suara rakyat yang hilang meski berada dalam situasi bencana. Mendagri menegaskan, masyarakat yang terdampak bencana erupsi Gunung Lewotobi tetap dapat menggunakan hak pilih sesuai dengan daerah asal mereka.

“Bagi mereka yang mengungsi ke Kabupaten Sikka, TPS khusus akan disiapkan oleh KPUD, yang juga disetujui oleh Bawaslu. DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) juga hadir saat rapat Zoom Meeting. Intinya, akan ada TPS khusus dengan pendataan berdasarkan daerah asal mereka,” jelasnya.

Sebagai informasi, Rakor tingkat menteri ini juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang PMK Pratikno, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto.

Puspen Kemendagri
Ali Islami

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait