close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

27.7 C
Jakarta
Selasa, April 21, 2026

Proyek Siluman Diduga Membabat Hutan Lindung di Dekat Mapolda Kepri

JDNews.co.id, Batam – Lokasi proyek pematangan lahan di wilayah Teluk Mata Ikan Simpang Pete, Nongsa, Kota Batam Mereka tergabung dari belasan warga setempat, pengusaha ternak ikan dan tukang kebun yang turut didampingi oleh beberapa pengurus HNSI, Jumat (27/6/2025).

Maksud tujuan Kedatangan mereka ke lokasi yang tak jauh dari lahan ketahanan pangan milik Polda Kepri itu diketahui hendak meminta penjelasan dari pihak perusahaan atas dampak proyek yang dialami mereka saat ini.

Salah satu warga yang terdampak adalah Romi Lubis selaku peternak ikan Patin yang terdampak mendatangi langsung atas proyek tersebut. Ia mengaku, ada 7 kolam ikan miliknya kini sudah hilang akibat tertimbun tanah dari pematangan lahan.

“Ya 7 kolam sudah lenyap tertimbun tanah, sekarang tinggal 4 kolam bertahan, itupun 1 diantaranya sudah mulai terkena longsoran tanah bagian pinggir. Jika hujan lebat, kemungkinan kolam ini akan hilang,” ujar Romi.

Atas musibah ini, ia dinyatakan gagal panen hingga merugi ratusan juta. Mirisnya, pihak perusahaan justru menawarkan Rp 3 juta sebagai biaya ganti rugi tehadap apa yang dialaminya.

“Saya merugi hingga Rp 500 juta, tetapi pihak perusahaan yang diwakili oknum wartawan FH hanya menawarkan 3 juta sebagai ganti rugi atas dampak proyek mereka. Apa ini masuk akal. Dimana hati mereka?,” kesal Romi.

“Maka dari itu kedatangan kami hari ini ke lokasi bersama teman-teman dari warga setempat dan HNSI ingin bersilahturahim sekaligus meminta kejelasan terhadap pihak perusahaan,” tambahnya.

Ditempat yang sama, ketua Ranting HNSI Sambau, Kota Batam, Heri Santono mengatakan kedatangan pihaknya ke lokasi atas laporan warga dan peternak ikan sekaligus mendampingi.

“kedatangan kita hari ini berangkat dari laporan rekan kita Romi selaku peternak atau pembudidaya ikan. Dimana disebutkan, mereka mengalami dampak langsung atas proyek pematangan lahan di atas. Tentu ini menjadi perhatian serius bagi kami HNSI,” ujar Heri.

Menurutnya, kedatangan mereka ke lokasi tidak membuahkan hasil. Sampai saat ini pihak perusahaan belum ada jawaban.

“Ketika dilokasi, pihak pengawas proyek, Anwar tidak tahu menahu. Bahkan ketika kita tanyakan atas nama perusahaan apa yang melakukan pekerjaan itu, justru dia tidak tahu. Padahal dia adalah pengawas,” jelasnya.

Pantauan wartawan, pertemuan mereka di lokasi cukup alot dan tak berujung. Hingga akhirnya puluhan pihak kepolisian turun meredakan situasi.

Informasi yang dihimpun dilapangan, pemilik PL dan pengerjaan proyek pematangan lahan tersebut dikerjakan oleh PT. Sri Indah. Namun anehnya, di depan lahan tepat dipinggir Jl. Hang Jebat menuju Kampung Tua Teluk Mata Ikan tampak berdiri plang Hutan Lindung.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Perusahaan tak kunjung memberikan jawaban terkait ganti rugi atau kapan pertemuan mediasi dijadwalkan.

(Red)

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait