close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

32.6 C
Jakarta
Rabu, Mei 6, 2026

‎Proyek Pemotongan Bukit di Kabil Disorot, Warga Desak Penegak Hukum dan BP Batam Bertindak. ‎

‎Batam, JDNews.Com – Aktivitas pemotongan bukit dan pengangkutan tanah yang diduga dilakukan PT Sarana Usaha Gemilang di jalan Raya,Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, kembali menjadi sorotan publik. Setelah sempat terhenti beberapa waktu, kegiatan cut and fill tersebut kini terlihat berjalan intensif dan terbuka di siang hari. ( Jum’at,12/12/2025)

‎Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah dump truck besar hilir-mudik dari lokasi proyek, memicu debu tebal yang beterbangan hingga mengganggu kenyamanan warga. Aktivitas kendaraan berat pada jam padat lalu lintas juga dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama anak-anak yang pulang sekolah.

‎“Debunya parah. Kalau truk lewat siang-siang, jalan tiba-tiba gelap karena debu. Ini sangat meresahkan,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

‎Selain polusi dan risiko kecelakaan, masyarakat menyoroti dugaan bahwa kegiatan ini tidak mengantongi izin lengkap serta tidak tunduk pada kewajiban perpajakan daerah. Tanah hasil pemotongan bukit disebut-sebut diperdagangkan tanpa melalui mekanisme resmi sehingga berpotensi merugikan negara dan pemerintah daerah.

‎Saat dikonfirmasi di lapangan, seorang pekerja bernama Jimi enggan memberikan penjelasan terkait legalitas kegiatan tersebut. Ia hanya berkata singkat, “Langsung saja hubungi Edi Gondrong,” tanpa memberikan klarifikasi lebih lanjut.

‎Jika dugaan ilegalitas terbukti, aktivitas ini dapat masuk dalam pelanggaran sejumlah regulasi, di antaranya:

‎Pasal 158 dan Pasal 160 UU Minerba, terkait kegiatan pertambangan tanpa izin atau tidak sesuai perizinan.

‎Pasal 21 UU PPLH, mengenai aktivitas yang menyebabkan pencemaran atau kerusakan lingkungan.

‎UU Tipikor Pasal 2 dan 3, apabila ditemukan indikasi keuntungan ilegal atau penyalahgunaan kewenangan.


‎Masyarakat mendesak Pemerintah Kota Batam dan BP Batam untuk segera turun tangan. Mereka menilai aktivitas cut and fill tersebut sangat merugikan publik, terlebih karena diduga bebas pajak dan dilakukan secara terang-terangan pada jam-jam rawan.

‎“Pemerintah jangan diam. Ini menyangkut keselamatan dan potensi kerugian negara. Harus ada tindakan sebelum dampaknya makin buruk,” tegas seorang warga lainnya.

‎Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan dan BP Batam belum memberikan keterangan resmi terkait legalitas dan pengawasan atas kegiatan tersebut.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait