close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

31.3 C
Jakarta
Senin, April 20, 2026

‎Di Balik Tren Kuliner, Ancaman Diabetes dan Jantung Kian Nyata ‎

‎Batam, JDNews.co.id – Ledakan bisnis kuliner yang menjual makanan dan minuman tinggi gula, lemak, serta bahan tambahan kini dinilai semakin tidak terkendali. Di balik kemasan menarik dan harga terjangkau, ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat perlahan mengintai, tercermin dari meningkatnya kasus diabetes melitus dan penyakit jantung. Rabu (14/01/2026)

‎Minuman berpemanis berlebihan, makanan cepat saji, hingga camilan instan seolah menjadi konsumsi harian tanpa kontrol. Ironisnya, produk-produk tersebut dipromosikan secara agresif, sementara risiko kesehatan jarang disampaikan secara terbuka.

‎Masyarakat pun tanpa sadar “membayar mahal” dengan kesehatan jangka panjang.
‎Pemerhati kesehatan menilai, kondisi ini tidak lepas dari pembiaran pola konsumsi tidak sehat yang terus berlangsung.

‎Banyak pelaku usaha kuliner lebih mengutamakan rasa dan keuntungan, dibandingkan dampak kesehatan konsumen. Kandungan gula dan lemak kerap melampaui batas aman, namun tetap dipasarkan tanpa edukasi yang memadai.

‎Fakta di lapangan menunjukkan, diabetes dan penyakit jantung kini tidak lagi identik dengan usia lanjut. Anak muda dan usia produktif mulai terpapar penyakit kronis akibat pola makan yang buruk dan gaya hidup minim aktivitas fisik. Situasi ini menjadi alarm keras bagi semua pihak.

‎Masyarakat dihimbau untuk tidak lagi bersikap permisif terhadap tren kuliner yang merusak kesehatan. Kesadaran memilih makanan sehat bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.

‎Jika pola konsumsi saat ini terus dibiarkan, maka lonjakan penyakit tidak menular hanya tinggal menunggu waktu.
‎Pemerintah dan instansi terkait juga didorong untuk berhenti bersikap lunak.

‎Pengawasan terhadap produk makanan dan minuman, edukasi publik, serta regulasi kandungan gizi perlu diperketat. Tanpa tindakan tegas, meja makan masyarakat berpotensi menjadi sumber penyakit, bukan lagi penopang kesehatan.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait