close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

27.8 C
Jakarta
Jumat, April 17, 2026

‎Menu MBG di MTs Almutaqin Tanjung Teritip Dipertanyakan, Wali Murid Minta Evaluasi Serius

Batam, JDNews.co.id – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MTs Almutaqin, Tanjung Teritip, Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, menjadi bahan pembicaraan hangat di kalangan orang tua siswa. Sorotan muncul setelah beredarnya dokumentasi menu makanan yang dibagikan kepada para murid. Selasa (24/2/2026)

‎Berdasarkan foto yang diterima, paket MBG yang diberikan terdiri dari satu potong jagung rebus, beberapa butir kurma, satu keping biskuit, serta satu kue, yang seluruhnya dikemas dalam plastik bening terpisah.

‎Menu sederhana tersebut memunculkan tanda tanya besar di kalangan wali murid terkait standar gizi dan kelayakan penyajian.

‎Program yang menjadi bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto ini sejatinya digadang-gadang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas gizi pelajar.

‎Namun, sebagian orang tua menilai realisasinya di lapangan belum mencerminkan tujuan besar tersebut.

‎“Kalau memang ini disebut makan bergizi, tentu harus jelas komposisinya. Anak-anak butuh asupan yang seimbang, bukan sekadar makanan pengganjal,” ujar salah satu wali murid.

‎Orang tua lainnya juga mempertanyakan nilai protein dalam menu tersebut. Mereka berharap ada tambahan lauk atau sumber gizi yang lebih lengkap agar benar-benar berdampak pada kesehatan dan daya konsentrasi siswa.

‎“Jagung dan biskuit memang makanan, tapi apakah cukup untuk menunjang kebutuhan gizi harian anak sekolah? Pemerintah harus memastikan kualitasnya, bukan hanya kuantitasnya,” tegas wali murid lainnya.

‎Kritik ini bukan dimaksudkan untuk menolak program, melainkan sebagai bentuk kepedulian agar MBG benar-benar berjalan sesuai visi yang dicanangkan pemerintah.

‎Para wali murid berharap Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian serius terhadap pengawasan dan evaluasi pelaksanaan di daerah.

‎Mereka menilai, tanpa pengawasan ketat dan standar yang jelas, program yang memiliki niat baik tersebut berpotensi kehilangan kepercayaan publik.

‎Harapannya, MBG tidak hanya hadir sebagai simbol kebijakan, tetapi benar-benar menjadi solusi nyata bagi peningkatan gizi generasi muda.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait