close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

27.7 C
Jakarta
Sabtu, April 25, 2026

Jalur Pesisir Batam Diduga Jadi Lintasan Barang Tanpa Dokumen, Aktivitas di Pelabuhan Haji Sage Terus Berjalan ‎

‎Batam, JDNews.co.id – Aktivitas bongkar muat barang di kawasan Tanjung Sengkuang, tepatnya di sekitar Pelabuhan Haji Sage, kembali menjadi sorotan. Pergerakan kapal kayu yang diduga mengangkut barang tanpa dokumen resmi disebut berlangsung berulang dan relatif terbuka, memunculkan pertanyaan serius terkait efektivitas pengawasan di jalur pesisir Batam. Senin (9/3/2026)

‎Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan sedikitnya lebih dari tiga kapal kayu terlihat beroperasi secara rutin dari lokasi tersebut. Kapal-kapal itu diduga mengangkut berbagai jenis barang menuju Tanjung Balai Karimun dan sejumlah wilayah lain di Kepulauan Riau.

‎“Sudah cukup lama berlangsung. Kapal datang, bongkar muat, lalu berangkat lagi. Aktivitasnya seperti tidak pernah berhenti,” ujar seorang sumber di sekitar lokasi yang meminta identitasnya dirahasiakan.

‎Jika benar pengangkutan barang tersebut dilakukan tanpa disertai dokumen resmi, praktik tersebut berpotensi melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan, yang merupakan perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

‎Dalam Pasal 7A ayat (2) disebutkan bahwa setiap sarana pengangkut yang membawa barang impor maupun ekspor wajib memberitahukan kedatangan atau keberangkatan kepada pejabat Bea dan Cukai serta menyerahkan dokumen kepabeanan yang sah.

‎Sementara itu, Pasal 102 mengatur bahwa setiap orang yang melakukan penyelundupan di bidang impor dapat dipidana dengan penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 10 tahun, serta dikenakan denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp5 miliar.

‎Ketentuan serupa juga ditegaskan dalam Pasal 102A, yang mengatur penyelundupan di bidang ekspor dengan ancaman pidana yang sama apabila pengiriman barang keluar wilayah pabean dilakukan tanpa memenuhi ketentuan kepabeanan yang berlaku.

‎Pantauan di sekitar lokasi menunjukkan pola aktivitas kapal yang datang dan pergi dari titik yang sama secara berulang. Proses bongkar muat berlangsung di area pesisir yang bukan merupakan pelabuhan utama, melainkan titik sandar yang kerap digunakan kapal-kapal kayu pengangkut barang antarpulau.

‎Situasi ini menambah daftar panjang kerentanan jalur pelayaran tradisional di wilayah pesisir Batam. Sebagai kawasan perbatasan sekaligus pusat perdagangan, lalu lintas laut di Batam sangat padat dan melibatkan berbagai jenis kapal, mulai dari kapal niaga hingga kapal kayu pengangkut barang.

‎Dalam kondisi seperti itu, jalur-jalur pelabuhan rakyat dan dermaga kecil kerap berada di luar pengawasan yang optimal. Celah tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai titik distribusi barang yang tidak melalui prosedur kepabeanan resmi.

‎Hingga laporan ini disusun, belum terlihat adanya keterangan resmi dari otoritas terkait mengenai aktivitas bongkar muat di sekitar Pelabuhan Haji Sage, Tanjung Sengkuang.

‎Namun keberadaan aktivitas yang disebut berlangsung berulang dan terbuka tersebut menimbulkan tanda tanya mengenai sejauh mana pengawasan terhadap pergerakan barang di jalur-jalur pesisir nonresmi di wilayah Batam.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait