Bintan, JDNews.co.id – Polemik yang menyeret nama Bupati Bintan Roby Kurniawan kembali memanas setelah muncul klarifikasi terbaru dari Ayu Aulia yang menghebohkan media sosial dan memicu gelombang reaksi publik, Sabtu (16/5/2026).
Sebelumnya, melalui akun media sosial pribadinya, Ayu Aulia sempat mengunggah pernyataan yang menyebut dirinya memiliki kedekatan dengan seorang bupati berinisial “R” periode 2025–2030 yang lahir pada 3 Juni 1993. Unggahan tersebut langsung viral dan memunculkan spekulasi luas di tengah masyarakat.
Warganet kemudian ramai mengaitkan sosok tersebut dengan Bupati Bintan Roby Kurniawan. Potongan video, tangkapan layar, hingga berbagai narasi yang beredar di media sosial terus memperbesar perhatian publik terhadap isu tersebut.
Namun dalam klarifikasi terbarunya melalui Instagram pada Rabu (13/5/2026), Ayu Aulia mempertanyakan mengapa opini publik justru hanya mengarah kepada satu sosok tertentu.
“Kenapa narasi yang berkembang hanya kepada satu orang, sedangkan banyak pejabat publik yang depannya R,” kata Ayu Aulia dalam unggahannya.
Pernyataan itu justru semakin memperkeruh suasana. Publik menilai klarifikasi tersebut belum memberikan jawaban tegas terhadap spekulasi yang terlanjur berkembang luas.
Kondisi tersebut memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Banyak pihak menilai seorang pejabat publik seharusnya tidak membiarkan isu yang telah menjadi konsumsi nasional berkembang tanpa penjelasan terbuka.
“Kalau memang tidak benar, kenapa tidak segera klarifikasi? Bahkan kalau perlu tempuh jalur hukum agar semuanya terang dan tidak menjadi fitnah berkepanjangan,” ujar seorang warga Bintan.
Polemik ini kini tidak lagi dipandang sebagai persoalan pribadi semata, melainkan telah berkembang menjadi sorotan terhadap integritas, moralitas, dan tanggung jawab seorang pejabat publik. Terlebih, Roby Kurniawan merupakan putra dari Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, sehingga perhatian publik terhadap kasus ini semakin besar.
Sejumlah tokoh masyarakat menilai seorang kepala daerah seharusnya memiliki keberanian moral untuk memberikan kepastian kepada publik demi menjaga marwah jabatan dan kepercayaan rakyat.
“Jabatan publik itu bukan hanya soal kekuasaan, tetapi juga soal tanggung jawab moral. Jika memang tidak terlibat, sampaikan secara terbuka dan ambil langkah hukum. Jangan membiarkan opini liar berkembang tanpa kepastian,” ungkap seorang tokoh masyarakat di Kepulauan Riau.
Sorotan keras juga datang dari kalangan aktivis perlindungan perempuan di Kepulauan Riau. Mereka meminta polemik tersebut disikapi secara serius dan transparan, terutama apabila ada pihak perempuan yang merasa dirugikan dalam persoalan tersebut.
“Kalau memang ada perempuan yang merasa dirugikan, persoalan ini tidak boleh dianggap sekadar gosip media sosial. Pejabat publik harus berani memberikan penjelasan secara terbuka dan menunjukkan tanggung jawab moral,” tegas salah satu aktivis perempuan di Kepri.
Desakan publik agar Roby Kurniawan segera buka suara kini terus bermunculan di media sosial. Banyak masyarakat menilai sikap diam seorang pejabat publik di tengah isu sebesar ini justru berpotensi memperbesar krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan daerah.
“Kalau memang tidak benar, buktikan dan ambil langkah hukum. Tapi kalau terus diam, wajar jika publik terus bertanya dan mempertanyakan integritas pejabat terkait,” ujar seorang warga lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Bupati Bintan Roby Kurniawan belum memberikan pernyataan resmi terkait klarifikasi terbaru Ayu Aulia maupun rumor viral yang terus menyeret namanya. Sikap diam tersebut kini dinilai semakin memperbesar tekanan publik dan memperpanjang polemik yang terus menjadi perhatian masyarakat luas.


