Jdnews.co.id, Batam, 23 Juli 2026 – Dewan Pengurus Nasional (DPN) Asosiasi Pengusaha Pelaksana Kontraktor dan Konstruksi Nasional (APPEKNAS) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) APPEKNAS 2026 pada Sabtu, 25 Juli 2026, di Kampus Politeknik Inovasi Nusantara (POLTEVARA), Monde City Tower M5, Pasir Putih, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Pemilihan Kampus POLTEVARA sebagai lokasi penyelenggaraan Rakernas menjadi simbol sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan industri konstruksi. POLTEVARA dikenal sebagai kampus politeknik konstruksi swasta pertama di Indonesia yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor konstruksi.
Ketua Umum DPN APPEKNAS, Fandy Iood, mengatakan bahwa penyelenggaraan Rakernas di Batam merupakan langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pelaku usaha, dunia pendidikan, dan pemerintah dalam menghadapi tantangan industri konstruksi nasional.
“Rakernas APPEKNAS 2026 mengusung tema ‘Terwujudnya Industri Konstruksi yang Andal, Berkelanjutan, dan Berdaya Saing Tinggi’. Tema ini menjadi komitmen bersama dalam mendorong transformasi industri konstruksi Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat nasional maupun global,” ujar Fandy.
Menurutnya, pelaksanaan Rakernas merupakan tindak lanjut dari hasil rapat harian DPN APPEKNAS di Jakarta yang menetapkan sejumlah agenda strategis organisasi untuk memperkuat daya saing sektor konstruksi.
Fandy menjelaskan, APPEKNAS terus beradaptasi dan berinovasi melalui penguatan ekosistem industri konstruksi. Langkah tersebut diwujudkan melalui peningkatan sertifikasi kompetensi SDM, tata kelola organisasi yang transparan, serta percepatan adopsi teknologi digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), guna mendukung pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Selain itu, APPEKNAS juga menaruh perhatian pada arah kebijakan pembangunan nasional yang saat ini berfokus pada preservasi jalan, peningkatan konektivitas antarwilayah, ketahanan energi, serta pembangunan infrastruktur dasar sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Di bidang tata kelola, APPEKNAS mendorong pengembangan bisnis konstruksi yang lebih efisien melalui digitalisasi, peningkatan sertifikasi badan usaha, serta strategi penurunan biaya modal (Incremental Capital Output Ratio/ICOR) untuk meningkatkan produktivitas sektor konstruksi.
Transformasi menuju smart and green construction juga menjadi salah satu prioritas organisasi. Konsep konstruksi hijau yang mengedepankan efisiensi energi, produktivitas, serta manajemen risiko yang terukur dinilai menjadi kebutuhan utama dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan pembangunan nasional, nilai pasar sektor konstruksi diproyeksikan terus tumbuh. Karena itu, APPEKNAS berkomitmen memperkuat ekosistem industri melalui akselerasi kompetensi tenaga kerja dan percepatan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), termasuk mendukung proses pembaruan puluhan ribu sertifikat kompetensi tenaga kerja konstruksi.
Tak hanya itu, APPEKNAS juga akan memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi, universitas, dan lembaga pendidikan vokasi guna mencetak SDM konstruksi yang unggul, profesional, dan siap menghadapi perkembangan teknologi serta kebutuhan industri masa depan.
“Kolaborasi antara dunia usaha dan institusi pendidikan menjadi kunci dalam menciptakan SDM konstruksi yang kompeten, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan nasional,” tutup Fandy.


