close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

31.2 C
Jakarta
Senin, April 27, 2026

Rembuk Pangan Pesisir di Karimun: Perkuat Kedaulatan Pangan bagi Nelayan Tradisional

JDNews.co.id, Karimun – Mendukung program Presiden RI, H. Prabowo Subianto, Dewan Pengurus Daerah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (DPD KNTI) Kabupaten Karimun menyelenggarakan Rembuk Pangan Pesisir. Acara ini digelar pada Sabtu (7/12/2024) di Gedung Tok Macang, Desa Gemuruh, Kecamatan Kundur Barat.

Dengan tema “Memperkuat Ekosistem Kemandirian dan Kedaulatan Pangan dari Laut untuk Kesejahteraan Nelayan Indonesia”, kegiatan ini dihadiri oleh Kabid Pemberdayaan Nelayan Kecil Dinas Perikanan Karimun Zainuddin, S.Pi., Penyuluh Perikanan Kundur Barat Kamed Riyadi, tokoh masyarakat, serta perwakilan kelompok nelayan setempat.

Sorotan pada Permasalahan Nelayan Tradisional
Ketua DPD KNTI Kabupaten Karimun, Ari Supriadi Nurfaizal, S.E., NL.P., menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk mendalami tantangan dan peluang yang dihadapi nelayan tradisional dalam upaya mencapai kemandirian pangan nasional.

Beberapa permasalahan utama yang dibahas meliputi:

  • Kelompok nelayan yang memiliki legalitas, namun tidak aktif sebagai nelayan.
  • Minimnya alat tangkap serta bantuan yang sering tidak tepat sasaran.
  • Risiko keamanan melaut yang disebabkan oleh aktivitas PT. Timah Tbk.
  • Ketidakhadiran tempat pelelangan ikan sehingga harga ditentukan tengkulak.
  • Belum tersedianya SPBUN untuk akses BBM bersubsidi.

“Kami berharap hasil rembuk ini dapat menjadi rekomendasi kebijakan yang akan dibahas lebih lanjut di tingkat nasional pada 12 Desember 2024 di Jakarta,” ungkap Ari.

Apresiasi dan Dukungan dari Pemerintah
Zainuddin, S.Pi., dalam sambutannya menyampaikan penghargaan atas inisiatif DPD KNTI. “Kegiatan ini sangat membantu pemerintah daerah dalam mencari solusi atas permasalahan nelayan kecil sekaligus memberikan edukasi untuk memperkuat peran mereka. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak nelayan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan, serta mengadvokasi hak-hak nelayan tradisional.

Komitmen Menuju Perubahan
Melalui rembuk ini, seluruh pihak sepakat untuk mempererat sinergi dalam menciptakan ekosistem perikanan yang lebih mandiri dan sejahtera. Semangat bersama ini diyakini akan membawa perubahan nyata, meningkatkan taraf hidup nelayan tradisional, dan mendorong kemandirian pangan di sektor kelautan Kabupaten Karimun.

Ali Islami

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait