close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

29.5 C
Jakarta
Senin, Mei 25, 2026

Makan Bergizi Gratis (MBG): Inisiatif untuk Kebangkitan Ekonomi Daerah

JDNews.co.id, Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan berfungsi sebagai penggerak utama dalam pemulihan ekonomi di daerah. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan resmi pada Senin, 20 Januari 2025.

Bima menjelaskan bahwa pelaksanaan kebijakan MBG akan melibatkan kolaborasi dari berbagai pihak di tingkat lokal. Pengusaha, vendor, petani, dan semua yang terlibat dalam ketahanan pangan diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam program ini.

Antusiasme pemerintah daerah (pemda) terhadap kebijakan MBG sangat tinggi. Terutama bagi daerah dengan kapasitas fiskal yang baik, seperti Kabupaten Badung di Bali, yang memiliki potensi untuk mengalokasikan anggaran MBG melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Daerah dengan kapasitas fiskal yang kuat, seperti Kabupaten Badung, dapat mengalokasikan anggaran MBG dari APBD,” jelas Bima.

Program MBG tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Bima menambahkan bahwa beberapa model kemitraan, termasuk kemungkinan kolaborasi dengan Badan Gizi Nasional, akan diterapkan.

“Dengan demikian, program ini tidak hanya fokus pada kesehatan, tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Namun, pelaksanaan program MBG sangat tergantung pada kapasitas fiskal daerah. Jika kapasitas fiskal memadai, pemerintah pusat akan memberikan keleluasaan untuk merealisasikan program ini melalui anggaran daerah. Di sisi lain, jika kapasitas fiskal terbatas, pemerintah pusat akan memberikan subsidi untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program.

Bima menekankan pentingnya memahami kondisi daerah, terutama setelah diterapkannya semangat otonomi daerah yang memberikan prioritas dan visi masing-masing kepala daerah.

“Dalam era otonomi daerah, penting untuk memperhatikan prioritas daerah dan menyelaraskannya dengan kebijakan pusat,” kata Bima.

sumber:infopublik.id

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait