Batam, JDNews.co.id – Nama Ahmad Rosano mendadak menjadi perbincangan hangat di tengah publik usai dikabarkan resmi ditunjuk menjadi staf di lingkungan Kantor Staf Presiden pada bagian Deputi I yang dipimpin oleh Dudung Abdurachman, Minggu (24/5/2026).
Penunjukan tersebut langsung memicu beragam respons, terutama dari masyarakat di Batam yang mengenal sosok Ahmad Rosano sebagai seorang toko masyarakat serta pengusaha.
Sorotan publik bukan tanpa alasan. Pasalnya, nama Ahmad Rosano disebut-sebut cukup dikenal di Batam, wilayah yang selama ini juga kerap menjadi perhatian akibat maraknya aktivitas tambang pasir ilegal hingga praktik cut and fill yang diduga tidak mengantongi izin resmi.
Kondisi itu membuat sebagian masyarakat mempertanyakan latar belakang hingga proses pengangkatan Ahmad Rosano ke lingkungan strategis pemerintahan pusat.
Dalam struktur tugasnya, Kedeputian I di lingkungan KSP diketahui memiliki area fokus strategis yang cukup luas dan sensitif. Bidang tersebut meliputi sektor infrastruktur dan transportasi, energi dan pertambangan, pariwisata dan ekonomi kreatif, hingga pengelolaan lingkungan hidup serta kehutanan.
Karena itu, kehadiran Ahmad Rosano di lingkungan tersebut ikut memunculkan perhatian publik, terutama terkait kapasitas, pengalaman, dan rekam jejak yang dimilikinya dalam sektor-sektor strategis tersebut.
Di media sosial maupun berbagai forum diskusi masyarakat, muncul berbagai spekulasi dan tanda tanya mengenai kapasitas serta rekam jejak Ahmad Rosano hingga akhirnya dipercaya berada di lingkaran Kantor Staf Presiden.
Tidak sedikit warga yang menilai fenomena ini sebagai sesuatu yang “aneh” dan memancing perhatian publik luas.
“Publik tentu berhak bertanya. Ketika seseorang dari daerah yang selama ini identik dengan persoalan tambang ilegal dan cut and fill tiba-tiba masuk ke lingkar kekuasaan pusat, maka pasti akan muncul persepsi dan pertanyaan dari masyarakat,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Batam.
Kritik juga datang dari sejumlah warga yang menilai pemerintah perlu membuka informasi secara transparan terkait proses penunjukan pejabat maupun staf di lingkungan strategis negara.
“Kalau memang beliau punya kapasitas dan rekam jejak yang baik, seharusnya dijelaskan secara terbuka ke publik agar tidak menimbulkan asumsi liar di tengah masyarakat,” kata seorang warga Batam yang enggan disebutkan namanya.
Warga lainnya menilai pengangkatan tersebut berpotensi memunculkan ketidakpercayaan publik apabila tidak disertai penjelasan yang jelas dari pemerintah pusat.
“Masyarakat sekarang kritis. Jangan sampai muncul anggapan bahwa orang-orang yang dekat dengan persoalan di daerah justru bisa masuk ke lingkaran kekuasaan tanpa penjelasan yang terang,” ujarnya.
Selain itu, sejumlah aktivis lingkungan di Batam juga menyoroti pentingnya pemerintah memastikan seluruh pejabat maupun staf yang berada di lingkungan pemerintahan pusat memiliki rekam jejak yang bersih dan tidak terkait dengan polemik aktivitas ilegal di daerah.
“Ini bukan soal pribadi seseorang, tetapi soal kepercayaan publik terhadap institusi negara. Pemerintah harus mampu menjawab keraguan masyarakat secara terbuka,” ungkap salah satu aktivis lingkungan di Batam.
Di sisi lain, hingga kini belum ada penjelasan resmi yang rinci mengenai peran strategis Ahmad Rosano di lingkungan KSP maupun alasan spesifik penunjukannya. Situasi tersebut semakin memunculkan beragam opini dan spekulasi di tengah masyarakat.
Penunjukan Ahmad Rosano pun kini terus menjadi perhatian publik, khususnya masyarakat Batam, yang menilai transparansi dan keterbukaan informasi sangat penting agar tidak menimbulkan berbagai asumsi maupun kontroversi di tengah masyarakat.


