close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

31.8 C
Jakarta
Minggu, Mei 24, 2026

Sosok Ahmad Rosano di Lingkaran KSP Jadi Sorotan, Publik Batam Pertanyakan Rekam Jejak dan Fenomena Pengangkatannya

Batam, JDNews.co.id – Nama Ahmad Rosano mendadak menjadi perbincangan hangat di tengah publik usai dikabarkan resmi ditunjuk menjadi staf di lingkungan Kantor Staf Presiden pada bagian Deputi I yang dipimpin oleh Dudung Abdurachman, Minggu (24/5/2026).

Penunjukan tersebut langsung memicu beragam respons, terutama dari masyarakat di Batam yang mengenal sosok Ahmad Rosano sebagai seorang toko masyarakat serta pengusaha.

Sorotan publik bukan tanpa alasan. Pasalnya, nama Ahmad Rosano disebut-sebut cukup dikenal di Batam, wilayah yang selama ini juga kerap menjadi perhatian akibat maraknya aktivitas tambang pasir ilegal hingga praktik cut and fill yang diduga tidak mengantongi izin resmi.

Kondisi itu membuat sebagian masyarakat mempertanyakan latar belakang hingga proses pengangkatan Ahmad Rosano ke lingkungan strategis pemerintahan pusat.

Dalam struktur tugasnya, Kedeputian I di lingkungan KSP diketahui memiliki area fokus strategis yang cukup luas dan sensitif. Bidang tersebut meliputi sektor infrastruktur dan transportasi, energi dan pertambangan, pariwisata dan ekonomi kreatif, hingga pengelolaan lingkungan hidup serta kehutanan.

Karena itu, kehadiran Ahmad Rosano di lingkungan tersebut ikut memunculkan perhatian publik, terutama terkait kapasitas, pengalaman, dan rekam jejak yang dimilikinya dalam sektor-sektor strategis tersebut.

Di media sosial maupun berbagai forum diskusi masyarakat, muncul berbagai spekulasi dan tanda tanya mengenai kapasitas serta rekam jejak Ahmad Rosano hingga akhirnya dipercaya berada di lingkaran Kantor Staf Presiden.

Tidak sedikit warga yang menilai fenomena ini sebagai sesuatu yang “aneh” dan memancing perhatian publik luas.

“Publik tentu berhak bertanya. Ketika seseorang dari daerah yang selama ini identik dengan persoalan tambang ilegal dan cut and fill tiba-tiba masuk ke lingkar kekuasaan pusat, maka pasti akan muncul persepsi dan pertanyaan dari masyarakat,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Batam.

Kritik juga datang dari sejumlah warga yang menilai pemerintah perlu membuka informasi secara transparan terkait proses penunjukan pejabat maupun staf di lingkungan strategis negara.

“Kalau memang beliau punya kapasitas dan rekam jejak yang baik, seharusnya dijelaskan secara terbuka ke publik agar tidak menimbulkan asumsi liar di tengah masyarakat,” kata seorang warga Batam yang enggan disebutkan namanya.

Warga lainnya menilai pengangkatan tersebut berpotensi memunculkan ketidakpercayaan publik apabila tidak disertai penjelasan yang jelas dari pemerintah pusat.

“Masyarakat sekarang kritis. Jangan sampai muncul anggapan bahwa orang-orang yang dekat dengan persoalan di daerah justru bisa masuk ke lingkaran kekuasaan tanpa penjelasan yang terang,” ujarnya.

Selain itu, sejumlah aktivis lingkungan di Batam juga menyoroti pentingnya pemerintah memastikan seluruh pejabat maupun staf yang berada di lingkungan pemerintahan pusat memiliki rekam jejak yang bersih dan tidak terkait dengan polemik aktivitas ilegal di daerah.

“Ini bukan soal pribadi seseorang, tetapi soal kepercayaan publik terhadap institusi negara. Pemerintah harus mampu menjawab keraguan masyarakat secara terbuka,” ungkap salah satu aktivis lingkungan di Batam.

Di sisi lain, hingga kini belum ada penjelasan resmi yang rinci mengenai peran strategis Ahmad Rosano di lingkungan KSP maupun alasan spesifik penunjukannya. Situasi tersebut semakin memunculkan beragam opini dan spekulasi di tengah masyarakat.

Penunjukan Ahmad Rosano pun kini terus menjadi perhatian publik, khususnya masyarakat Batam, yang menilai transparansi dan keterbukaan informasi sangat penting agar tidak menimbulkan berbagai asumsi maupun kontroversi di tengah masyarakat.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait