close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

29 C
Jakarta
Minggu, Mei 17, 2026

Mentan Tegaskan HPP Gabah 2025 Tetap Rp6.500 per Kilogram

JDNews.co.id, Jakarta- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa harga gabah pada panen raya 2025 tidak boleh turun dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan, yakni Rp6.500 per kilogram. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat maraton antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan Bulog di Kantor Pusat Kementan, Minggu pagi.

“Jika penyerapan gabah dilakukan di bawah HPP, maka itu sama saja merugikan 160 juta petani. Dampaknya bisa mencapai Rp300 triliun, serta menurunkan nilai tukar petani (NTP),” ujar Mentan pada Minggu (9/2/2025).

Mentan menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan kewajiban pemerintah untuk membeli gabah petani seharga Rp6.500 per kilogram. Ia tidak ingin harga tersebut turun, apalagi hingga Rp5.500 per kilogram.

“Kita harus mencapai swasembada pangan secara mutlak. Oleh karena itu, produksi harus dijaga agar tidak menurun dan tidak merugikan petani. Saya juga meminta agar gudang penyimpanan segera disiapkan, karena Presiden telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,6 triliun yang kemungkinan bisa dicairkan dalam waktu dekat,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bulog, Mayor Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya, menyatakan kesiapan Bulog dalam menyerap 3 juta ton gabah selama panen raya Januari, Maret, dan April.

“Dengan keterbatasan yang ada, kami akan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia. Kami juga sangat mengharapkan dukungan penuh dari Kementan, terutama sinergi yang kuat sebagai kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” katanya.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, yang juga menjabat sebagai Dewan Pengawas Bulog, menegaskan bahwa harga pembelian gabah harus tetap sesuai dengan HPP yang telah disepakati, yakni Rp6.500 per kilogram.

“Seperti yang disampaikan Pak Menteri, harga gabah tidak boleh turun karena akan berdampak pada produksi dan nilai tukar petani,” jelasnya.

sumber: infopublik.id

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait