close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

30.8 C
Jakarta
Rabu, April 29, 2026

Jelang Ramadan, Waspadai Modus Kejahatan Keuangan Ini!

JDNews.co.id, Jakarta- Menjelang Ramadan, kejahatan keuangan cenderung meningkat seiring dengan melonjaknya aktivitas transaksi dan konsumsi masyarakat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai modus kejahatan yang dapat merugikan secara finansial.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (PEPK) OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam keterangan tertulis pada Jumat (21/2/2025), menyoroti sejumlah modus kejahatan yang kerap terjadi menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Modus Kejahatan Keuangan yang Perlu Diwaspadai:

  1. Penawaran Arisan Bodong – Modus ini sering digunakan untuk menarik masyarakat yang ingin menabung guna persiapan Lebaran, namun akhirnya berujung pada penipuan.
  2. Investasi Ilegal – Penawaran investasi dengan janji keuntungan tinggi tanpa risiko sering kali menjadi jebakan.
  3. Social Engineering – Manipulasi psikologis terhadap korban untuk memperoleh data pribadi yang kemudian digunakan untuk membobol akun keuangan.
  4. Skimming dan Phishing – Pencurian data kartu ATM atau kartu kredit melalui alat skimming atau tautan phishing yang menyerupai situs resmi bank.
  5. Card Tapping – Pemasangan alat di lubang kartu ATM untuk menangkap informasi kartu dan mengambil alih akun korban.
  6. Sniffing – Penyadapan melalui jaringan internet, biasanya melalui aplikasi yang dikirim via WhatsApp atau email untuk mencuri data penting seperti username dan password m-banking.
  7. Penipuan THR – Pesan palsu yang mengatasnamakan perusahaan atau instansi, menawarkan THR atau hadiah uang tunai dengan tujuan menipu korban.
  8. Pinjaman Online Ilegal – Transfer dana dari pinjaman online ilegal kepada orang yang tidak pernah mengajukan pinjaman, kemudian korban dipaksa untuk membayar.
  9. Paket Wisata atau Umrah Murah – Tawaran perjalanan dengan harga di bawah pasar yang sering kali berakhir dengan penipuan.
  10. Penipuan Parcel Lebaran – Modus ini memanfaatkan tradisi pengiriman parcel dengan mengirimkan pesan berisi tautan yang meminta korban mengunduh aplikasi berbahaya.

Friderica menambahkan, meningkatnya penggunaan teknologi dan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan data menjadi faktor utama maraknya kasus penipuan ini. Aktivitas keuangan ilegal seperti pinjaman online ilegal dan investasi bodong juga semakin gencar menjelang Lebaran.

“Masyarakat harus lebih waspada dan memastikan aspek 2L (Legal dan Logis) dari setiap penawaran yang diterima. Pastikan legalitasnya melalui Kontak Layanan Konsumen OJK di nomor 157,” tegas Friderica.

 

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait