Batam, JDNews.co.id – Publik Kota Batam dihebohkan oleh beredarnya video yang menampilkan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, berbicara dengan nada tinggi kepada seorang warga kecil. Video tersebut cepat menyebar di media sosial dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Rabu (29/4/2026)
Dalam rekaman itu, Li Claudia Chandra terlihat menegur seorang penggali pasir di pinggir jalan yang diduga sedang mencari nafkah. Namun, cara penyampaian yang digunakan justru dinilai tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin yang mengedepankan empati.
“Ini saya benci ya, Pak. Saya sedang rapikan KTP juga. Kalau bukan orang Batam datang ke sini, nggak kerja, nyolong-nyolong, langsung pulang saja ke daerahnya!” ucapnya dalam video tersebut.
Ucapan tersebut menuai kritik. Sejumlah warga menilai pernyataan itu terdengar kasar dan berpotensi menyinggung masyarakat kecil, termasuk para pendatang yang menggantungkan hidup di Batam.
Tokoh agama di Batam menyayangkan peristiwa ini. Mereka menekankan bahwa seorang pemimpin seharusnya menjaga tutur kata dalam setiap situasi.
“Jika benar itu disampaikan kepada masyarakat, tentu sangat disayangkan. Pemimpin seharusnya berbicara dengan bijak, karena ucapannya akan berdampak luas,” ujar salah satu tokoh agama.
Tokoh masyarakat juga menyampaikan pandangan serupa. Menurut mereka, jabatan publik menuntut sikap yang tegas sekaligus menghormati masyarakat.
“Rakyat harus dihormati. Ketegasan itu penting, tetapi cara menyampaikannya juga harus tepat. Apalagi kepada orang yang sedang mencari penghidupan,” ujarnya.
Sorotan publik semakin menguat ketika melihat latar belakang Li Claudia Chandra yang memiliki pengalaman di dunia usaha dan politik, termasuk pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD di Tangerang Selatan sebelum terpilih dalam Pilkada Batam 2024.
Dengan pengalaman tersebut, publik berharap adanya konsistensi dalam menjaga etika komunikasi, terlebih dalam situasi yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sikap dan cara berbicara seorang pemimpin memiliki dampak besar. Masyarakat tidak hanya menilai kebijakan, tetapi juga bagaimana seorang pemimpin memperlakukan rakyatnya.


