close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

29 C
Jakarta
Kamis, April 23, 2026

Iran Berduka, Ayatollah Ali Khamenei Gugur dalam Serangan AS–Israel ‎

Batam, JDNews.co.id – Republik Islam Iran resmi mengumumkan wafatnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang disebut tewas dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel. Kabar tersebut disampaikan dalam siaran televisi nasional yang berlangsung penuh emosi; presenter terlihat menahan tangis saat membacakan pengumuman resmi kepada publik.

‎Informasi dikutip dari Al Jazeera, Minggu (1/3/2026). Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan menyebut Khamenei sebagai “martir” atas serangan yang dinilai sebagai bentuk agresi terbuka terhadap kedaulatan negara.

‎Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama pejabat Israel telah lebih dahulu mengumumkan keberhasilan operasi militer yang diklaim menargetkan pemimpin tertinggi Iran tersebut.

‎Khamenei memimpin Iran sejak 1989, menggantikan Ruhollah Khomeini. Selama lebih dari tiga dekade, ia menjadi figur sentral dalam sistem politik Republik Islam, mengendalikan arah kebijakan strategis, militer, dan pengaruh regional Iran di Timur Tengah.

‎Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa sejumlah anggota keluarga Khamenei turut menjadi korban dalam serangan tersebut. Laporan ini semakin memperdalam duka nasional dan memicu gelombang kemarahan di dalam negeri.

‎Reaksi keras datang dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Dalam pernyataan resmi yang juga dikutip dari Al Jazeera, mereka menegaskan bahwa kehilangan tersebut tidak akan melemahkan Iran.

‎“Kami kehilangan seorang pemimpin besar. Namun darahnya akan menjadi pemicu perlawanan.”

‎IRGC menegaskan bahwa “tangan pembalasan Iran” akan bertindak terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab, sekaligus menyatakan kesiapan menghadapi ancaman dari dalam maupun luar negeri.

‎Kematian Khamenei kini menjadi momen krusial yang berpotensi mengubah lanskap politik Iran dan meningkatkan tensi geopolitik global.

‎Dunia internasional menanti arah kebijakan Teheran berikutnya apakah fokus pada proses transisi kepemimpinan atau melangkah menuju konfrontasi yang lebih luas.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait