close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

26.2 C
Jakarta
Sabtu, Mei 16, 2026

Rp10 Triliun Dibuka, Mega Proyek IKN Hidup Lagi Istana Wapres dan Masjid Jadi Prioritas

JDNews.co.id – Pemerintah kembali menggelontorkan anggaran besar untuk mempercepat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Melalui pencairan dana sebesar Rp10 triliun, proyek ambisius yang sempat melambat ini kembali menggeliat. Suntikan dana tersebut dipastikan akan difokuskan untuk membangun dua infrastruktur utama: Istana Wakil Presiden dan Masjid Negara yang menjadi simbol peradaban baru di IKN.

Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono, menyebutkan bahwa dana tersebut merupakan bagian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025. Ia menegaskan bahwa proyek strategis ini harus terus berjalan sesuai target agar pemindahan pusat pemerintahan dari Jakarta ke Kalimantan Timur bisa terealisasi secara bertahap dan terukur.

Istana Wakil Presiden akan dibangun berdekatan dengan Istana Presiden, mengikuti konsep kota pintar dan hijau yang diusung IKN. Pembangunan masjid juga bukan sekadar urusan tempat ibadah, tetapi mencerminkan nilai kebhinekaan dan kearifan lokal. Masjid negara ini dirancang dengan sentuhan arsitektur Nusantara yang berpadu dengan teknologi ramah lingkungan.

Selain kedua proyek tersebut, dana Rp10 triliun juga akan digunakan untuk mempercepat pembangunan akses jalan utama, sarana air bersih, dan konektivitas digital. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada bangunan fisik simbolik, tapi juga memastikan infrastruktur dasar siap menyambut perpindahan bertahap ASN dan aparat negara.

Pemerintah meyakinkan bahwa pembiayaan proyek ini tidak akan membebani keuangan negara secara jangka panjang. Sebagian besar pembiayaan tahap selanjutnya akan melibatkan skema investasi kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), serta dukungan investor swasta, baik dari dalam maupun luar negeri.

Dengan kembali hidupnya pembangunan IKN, optimisme akan masa depan ibu kota baru pun menguat. Pemerintah berharap, dengan terwujudnya kawasan pusat pemerintahan yang modern, efisien, dan berkelanjutan, Indonesia bisa memasuki era baru tata kelola negara yang lebih baik dan merata.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait