close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

26.9 C
Jakarta
Jumat, Januari 16, 2026

Indonesia Angkat Suara Soal Serangan India ke Pakistan: Prioritaskan Dialog, Bukan Senjata

JDNews.co.id – Pemerintah Indonesia akhirnya angkat suara terkait ketegangan terbaru antara India dan Pakistan, setelah serangan udara dilaporkan terjadi di wilayah perbatasan kedua negara. Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa Indonesia mendorong kedua negara untuk menahan diri dan mengutamakan penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik.

“Indonesia sangat prihatin atas meningkatnya eskalasi di kawasan Asia Selatan. Kami menyerukan agar India dan Pakistan mengedepankan dialog dan menahan diri dari segala bentuk tindakan yang dapat memperburuk situasi,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri, Selasa (7/5).

Serangan udara India yang diklaim sebagai respons terhadap aktivitas terorisme lintas batas ini mendapat perhatian luas dari komunitas internasional. Pakistan membantah tuduhan tersebut dan menyatakan siap membalas jika ada pelanggaran wilayah yang lebih jauh. Ketegangan ini memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik terbuka antara dua negara yang sama-sama memiliki senjata nuklir.

Indonesia, sebagai negara dengan tradisi diplomasi aktif dan prinsip bebas-aktif dalam politik luar negeri, menilai bahwa kekerasan hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat sipil di kedua negara. Oleh karena itu, Jakarta mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa dan negara-negara sahabat untuk turut berperan meredakan konflik ini.

“Solusi jangka panjang hanya bisa dicapai jika kedua pihak duduk bersama dan membuka ruang dialog yang jujur dan setara,” lanjut pernyataan Kemlu RI. Indonesia juga menyatakan siap mendukung setiap upaya mediasi yang bertujuan menciptakan perdamaian berkelanjutan di kawasan tersebut.

Konflik antara India dan Pakistan bukan hal baru, terutama menyangkut wilayah Kashmir yang menjadi sumber ketegangan selama puluhan tahun. Namun, Indonesia menilai bahwa di tengah tantangan global saat ini, pendekatan damai jauh lebih relevan dan mendesak dibandingkan kekuatan militer. Pemerintah RI berharap semua pihak dapat menahan diri dan fokus pada kepentingan rakyat masing-masing yang mendambakan hidup dalam damai dan aman.

Berita Terpopuler

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

22 PNS Pemko Batam Pensiun: Dedikasi dan Ucapan Terima Kasih

JDNews.co.id, Batam – Wali Kota Batam, H Muhammad Rudi (HMR), diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota Batam, H Jefridin, melepas dan menyerahkan Surat Keputusan (SK)...

Ketua HMI MPO Cabang Batam Soroti Pembiaran Peredaran Rokok Ilegal, Bea Cukai Dinilai Gagal

JDNews.co.id, Batam – Ketua Umum HMI MPO Cabang Batam Madani, Bachtiar Hadi, dengan tegas menyoroti semakin masifnya peredaran rokok ilegal di Kota Batam. Rokok...

Demo Siswa di Kompleks Muhammadiyah ASEAN Batu Aji: ‘Kembalikan Guru Kami’, Guru Mogok Akibat Kesejahteraan yang Terabaikan

JDNews.com, Batam – Kompleks Muhammadiyah ASEAN Batu Aji menjadi saksi demo dari ratusan siswa Muhammadiyah yang menuntut kehadiran kembali guru-guru mereka yang mogok mengajar....

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait