JDNews.co.id – Pemerintah Indonesia akhirnya angkat suara terkait ketegangan terbaru antara India dan Pakistan, setelah serangan udara dilaporkan terjadi di wilayah perbatasan kedua negara. Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa Indonesia mendorong kedua negara untuk menahan diri dan mengutamakan penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik.
“Indonesia sangat prihatin atas meningkatnya eskalasi di kawasan Asia Selatan. Kami menyerukan agar India dan Pakistan mengedepankan dialog dan menahan diri dari segala bentuk tindakan yang dapat memperburuk situasi,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri, Selasa (7/5).
Serangan udara India yang diklaim sebagai respons terhadap aktivitas terorisme lintas batas ini mendapat perhatian luas dari komunitas internasional. Pakistan membantah tuduhan tersebut dan menyatakan siap membalas jika ada pelanggaran wilayah yang lebih jauh. Ketegangan ini memicu kekhawatiran akan pecahnya konflik terbuka antara dua negara yang sama-sama memiliki senjata nuklir.
Indonesia, sebagai negara dengan tradisi diplomasi aktif dan prinsip bebas-aktif dalam politik luar negeri, menilai bahwa kekerasan hanya akan memperpanjang penderitaan rakyat sipil di kedua negara. Oleh karena itu, Jakarta mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa dan negara-negara sahabat untuk turut berperan meredakan konflik ini.
“Solusi jangka panjang hanya bisa dicapai jika kedua pihak duduk bersama dan membuka ruang dialog yang jujur dan setara,” lanjut pernyataan Kemlu RI. Indonesia juga menyatakan siap mendukung setiap upaya mediasi yang bertujuan menciptakan perdamaian berkelanjutan di kawasan tersebut.
Konflik antara India dan Pakistan bukan hal baru, terutama menyangkut wilayah Kashmir yang menjadi sumber ketegangan selama puluhan tahun. Namun, Indonesia menilai bahwa di tengah tantangan global saat ini, pendekatan damai jauh lebih relevan dan mendesak dibandingkan kekuatan militer. Pemerintah RI berharap semua pihak dapat menahan diri dan fokus pada kepentingan rakyat masing-masing yang mendambakan hidup dalam damai dan aman.


