close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

33.3 C
Jakarta
Rabu, April 22, 2026

Dari Elektronik ke Otomotif: Polytron Rilis G3+, Mobil Listrik Bergaya Futuristik

JDNews.co.id – Polytron, perusahaan elektronik asal Indonesia yang sudah dikenal luas lewat produk-produk seperti televisi, kulkas, dan perangkat audio, kini resmi memasuki dunia otomotif. Langkah besar ini ditandai dengan peluncuran G3+, sebuah mobil listrik bergaya futuristik yang dikembangkan oleh anak bangsa. Peluncuran ini menjadi tonggak baru dalam sejarah Polytron, sekaligus membuka babak baru industri otomotif nasional.

Mobil listrik Polytron G3+ hadir dengan desain modern dan aerodinamis, memadukan unsur teknologi dan estetika masa depan. Dari tampilan eksterior, G3+ menonjol dengan lekukan tajam dan lampu LED yang ramping, memberi kesan elegan sekaligus canggih. Interiornya pun tak kalah menarik: dashboard digital, sistem hiburan terintegrasi, dan jok berbahan premium menunjukkan bahwa Polytron tak main-main menggarap segmen ini.

Dari sisi performa, G3+ dibekali motor listrik bertenaga tinggi yang mampu menempuh jarak hingga 300 kilometer dalam sekali pengisian daya. Waktu pengisian dayanya pun terbilang efisien, dengan teknologi fast charging yang memungkinkan baterai terisi 80% hanya dalam 40 menit. Fitur keselamatan seperti ABS, kamera 360 derajat, serta sistem bantuan parkir otomatis turut melengkapi kendaraan ini.

Menariknya, Polytron merancang G3+ sebagai mobil listrik yang ramah lingkungan dan terjangkau untuk masyarakat Indonesia. Dengan menggandeng berbagai mitra lokal, perusahaan ini berkomitmen menghadirkan kendaraan dengan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) tinggi. Ini menunjukkan tekad Polytron untuk mendorong pertumbuhan industri otomotif berbasis energi bersih di Tanah Air.

Transformasi Polytron dari produsen elektronik ke manufaktur mobil listrik tentu bukan tanpa alasan. Perubahan tren global menuju kendaraan ramah lingkungan dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu emisi menjadi momentum tepat untuk masuk ke pasar ini. Ditambah lagi, dukungan pemerintah terhadap ekosistem kendaraan listrik semakin memperkuat langkah strategis ini.

Dengan peluncuran G3+, Polytron bukan hanya memperluas lini bisnisnya, tapi juga membuktikan bahwa perusahaan lokal mampu bersaing di industri otomotif masa depan. G3+ menjadi simbol keberanian dan inovasi sebuah bukti bahwa transformasi industri bisa dimulai dari dalam negeri, oleh tangan-tangan Indonesia sendiri.

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait