Batam, JDNews.co.id – Deretan puluhan unit Bus Trans Batam yang terparkir di halaman Dinas Perhubungan menjadi pemandangan yang sulit diabaikan. Armada yang sebelumnya digadang-gadang sebagai penopang layanan transportasi publik itu kini justru tampak tak terurus cat memudar, bodi berkarat, kaca kusam, hingga sejumlah bagian terlihat rusak. Selasa (21/4/2026)
Dari pantauan di lokasi, bus-bus tersebut diduga telah lama tidak dioperasikan.
Bukannya dimanfaatkan untuk melayani masyarakat, kendaraan itu malah dibiarkan menumpuk dan perlahan berubah menjadi “bangkai besi” yang kehilangan fungsi.
Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat. Warga menilai, pengadaan puluhan bus tersebut berasal dari anggaran negara yang tidak kecil, sehingga pembiaran seperti ini sangat disayangkan.
“Miris melihatnya. Bus sebanyak itu hanya diparkir sampai jadi tua. Itu dibeli pakai uang rakyat, harusnya bisa dimanfaatkan, bukan dibiarkan rusak begitu saja,” ujar seorang warga.
Keluhan lain juga menyoroti tidak adanya kejelasan langkah dari pihak terkait.
“Kalau memang rusak, kenapa tidak segera diperbaiki? Kalau tidak dipakai, kenapa tidak dialihkan atau dilelang? Jangan sampai nilainya habis begitu saja dan akhirnya jadi rongsokan,” kata warga lainnya.
Sorotan tajam pun mengarah kepada Kepala Dinas Perhubungan,Dr. Drs. Leo Putra, A.P., M.Si. Masyarakat mendesak agar yang bersangkutan tidak bungkam dan segera memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait kondisi dan status puluhan unit bus trans Batam tersebut.
Transparansi dinilai penting untuk menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang, mulai dari penyebab armada tidak beroperasi, kondisi teknis kendaraan, hingga rencana penanganan ke depan.
Tanpa penjelasan yang jelas, keberadaan bus-bus tersebut hanya akan memperkuat kesan lemahnya pengelolaan aset daerah.
Jika tidak segera ditangani, puluhan unit bus trans Batam ini bukan hanya sekadar kendaraan yang mangkrak, tetapi juga berpotensi menjadi simbol pemborosan anggaran di mana aset yang seharusnya memberi manfaat bagi masyarakat justru berakhir sia-sia.


