close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

32.5 C
Jakarta
Senin, April 27, 2026

Mewah di Panggung, Miskin di Kas Negara: Siapa Bekingi Orion Kafe?

JDNews.co.id, Batam – Di kota yang katanya ingin maju seperti Batam, satu skandal memalukan kembali mencuat. Kali ini datang dari sebuah kafe malam yang tak asing lagi bagi penikmat hiburan di kawasan Batu Aji — Orion Kafe tepatnya di depan Mesjid Sulthan Riayat Syah. Tempat ini bukan sekadar lokasi pesta. Ia simbol kebobrokan: penari dibayar mahal, pajak diabaikan, hukum dicemooh.

Sejak Juni 2023 hingga Juli 2025, Orion Kafe diduga keras tidak menyetor pajak hiburan. Lebih dari dua tahun, bisnis ini berjalan lancar tanpa hambatan. Tidak ada razia. Tidak ada segel. Tidak ada investigasi. Sunyi. Seolah ada kekuatan yang menjaga.

“Bayar penari bisa Rp5 juta per malam, tapi giliran bayar pajak, pura-pura kere. Ini bukan bisnis — ini penghinaan,” ujar seorang warga Batu Aji yang geram.

Masyarakat tahu, pengelola tempat hiburan semacam ini wajib menyetor pajak besar. Tapi kenyataannya, yang terjadi justru sebaliknya: bisnis jalan, pajak tak dibayar, dan negara dibiarkan gigit jari.

Lebih miris lagi, pemerintah kota dan otoritas pajak tak bersuara. Tidak ada teguran resmi. Tidak ada langkah hukum. Bahkan saat dimintai konfirmasi, semua pejabat memilih bungkam — bisu seolah terlatih.

“Kalau negara kalah oleh kafe malam, maka jelas: hukum sedang dijual, dan keadilan telah dibungkam dengan amplop,” tegas seorang tokoh masyarakat saat aksi protes warga Batu Aji.

Warga tak habis pikir. Di saat ekonomi rakyat semakin berat, oknum-oknum kaya dari pajak yang tak dibayar justru dibiarkan berpesta. Di saat pedagang kecil dikejar pajak reklame dan retribusi, Orion Kafe bebas dari tagihan miliar rupiah.

Lalu siapa yang bermain?
Siapa yang melindungi?
Dan siapa yang layak diseret ke meja hukum?

Warga Batu Aji kini bergerak. Mereka menuntut:

  1. Segel permanen untuk Orion Kafe.

  2. Audit forensik terhadap pajak hiburan selama lima tahun.

  3. Pecat dan adili pejabat pajak yang terlibat.

  4. Buka siapa saja yang menerima aliran dana gelap dari kafe ini.

Kini, semua mata tertuju pada Wali Kota Batam dan Kepala Bapenda. Jika mereka tetap diam, maka satu kesimpulan tak bisa dihindari: mereka bukan pemimpin, tapi kaki tangan permainan kotor.

Batam tak boleh menjadi kota di mana uang menggantikan hukum, dan suara rakyat dianggap gangguan. Jika hari ini Orion Kafe dibiarkan, besok akan lebih banyak ‘Orion-Orion lain’ yang berdiri di atas puing-puing keadilan dan pajak rakyat.

Tim Investigasi

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait