close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

32.5 C
Jakarta
Senin, April 27, 2026

Demo Memanas di Indonesia: Tiga Korban Jiwa, Kedutaan Asing Imbau Warganya untuk Waspada

JDNews.comGelombang protes yang melanda Indonesia baru-baru ini telah menarik perhatian media internasional. Berita-berita yang beredar menyebutkan bahwa tiga orang tewas dalam insiden pembakaran gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di beberapa daerah. Media Australia, seperti ABC, menyoroti dengan judul yang mencolok: “Tiga orang tewas setelah massa marah membakar gedung Parlemen di Indonesia.” Di sisi lain, outlet berita AS seperti AP dan New York Post melaporkan dengan nada serupa: “Setidaknya 3 tewas setelah massa membakar gedung DPRD.”

Berita ini juga menggema di media Asia, mencatat bahwa selain dari tiga korban jiwa, lima orang lainnya harus dirawat di rumah sakit. Pembakaran gedung DPRD terjadi di Makassar (Sulawesi Selatan) dan Bandung (Jawa Barat), dengan bentrokan antara polisi antihuru-hara dan pengunjuk rasa terjadi di berbagai kota, termasuk Medan, Solo, Yogyakarta, Magelang, Malang, Bengkulu, Pekanbaru, dan Manokwari di Papua.

Di Surabaya, kota terbesar kedua, pengunjuk rasa menyerbu markas polisi setelah merusak pagar dan membakar kendaraan. Dalam menghadapi situasi ini, pasukan keamanan terpaksa menggunakan gas air mata dan meriam air, tetapi demonstran melawan dengan kembang api dan pentungan kayu. Kedutaan besar asing, termasuk Amerika Serikat dan Australia, telah mengeluarkan imbauan bagi warga negara mereka untuk menjauhi area demonstrasi.

Ketenangan mulai kembali di Jakarta pada hari Sabtu, ketika pihak berwenang membersihkan puing-puing dan kendaraan yang dibakar. Protes ini dipicu oleh laporan mengenai tunjangan perumahan bulanan sebesar Rp50 juta untuk 580 politisi DPR, yang dinilai tidak peka di tengah kesulitan ekonomi yang dialami banyak orang.

Kemarahan semakin membara setelah kematian Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online berusia 21 tahun, yang tewas tertabrak kendaraan taktis Polri saat menjalankan tugas. Insiden ini memicu protes yang meluas di berbagai wilayah. Presiden Prabowo Subianto dan pejabat tinggi lainnya segera mendatangi keluarga korban untuk memberikan belasungkawa.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia melaporkan bahwa sekitar 950 orang ditangkap di Jakarta hingga Kamis, sementara 25 petugas polisi mengalami luka serius akibat serangan demonstran. Amnesty International juga mengkritik tindakan pemerintah Indonesia yang dianggap mengekang kebebasan berbicara. Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menegaskan bahwa tidak seharusnya ada yang kehilangan nyawa karena menjalankan hak untuk berunjuk rasa, dan mendesak agar semua tahanan yang hanya menggunakan hak mereka segera dibebaskan.

Sumber:sindonews.com

Berita Terpopuler

Kisah Epik Mahabharata dan Ramayana dalam Pertunjukan Wayang

JDNews.co.id,- Wayang merupakan seni pertunjukan tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan penyebaran nilai-nilai moral. Dua kisah epik...

Reformasi Birokrasi Kabinet Amsakar-Li Claudia Masa Periode 2025 – 2030: Membangun Era Baru Kepemimpinan di Kota Batam

Oleh:Dr.C. Hendri, S.Si., M.E Akademisi/Dosen Univ Nagoya Indonesia/ Ketua Alumni Universitas Andalas Kepri/ Mahasiswa Doktoral UIN STS JambiJDNews.co.id - Kemenangan pasangan Amsakar-Li Claudia dengan perolehan...

KPK Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Aset dan Barang Bukti melalui Pelatihan UNODC

JDNews.co.id, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya meningkatkan kemampuan pegawainya dalam pengelolaan aset dan barang bukti. Melalui pelatihan bertajuk “Property and Evidence...

Tebu Raja Bululawang: Varietas Lokal yang Bertahan di Tengah Gempuran Impor

JDNews.co.id - Di tengah arus deras impor gula dan dominasi varietas tebu hasil rekayasa industri, Tebu Raja Bululawang tetap menunjukkan eksistensinya sebagai varietas lokal...

Dugaan Korupsi dan Pungli di SMPN 26 Batam: Kepala Sekolah Terancam Hukum

JDNews.co.id, Batam - Berdasarkan hasil investigasi mendalam, terungkap dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi yang melibatkan Kepala SMPN 26 Batam, Zefmon Prima Putri,...

Ketika Anak Muda Kehilangan Arah: Kenakalan Remaja Jadi Alarm Sosial

JDNews.co.id, Jakarta — Tawuran, narkoba, perundungan, geng motor, hingga aksi nekat yang viral di media sosial. Semua ini bukan lagi sekadar cerita sampingan—kenakalan remaja...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terbaru
Berita Terkait