Batam, JDNews.co.id – Hujan deras yang mengguyur Kota Batam pada Kamis (19/2) kembali menyebabkan genangan air di sejumlah titik. Ruas jalan utama hingga kawasan permukiman terdampak, menunjukkan bahwa persoalan ini masih menjadi tantangan yang perlu ditangani lebih optimal. Jumat (20/2/2026)
Kondisi tersebut menegaskan bahwa banjir yang terjadi tidak hanya dipengaruhi oleh faktor cuaca, tetapi juga berkaitan dengan pengelolaan lingkungan yang perlu mendapat perhatian lebih.
Genangan yang muncul di berbagai lokasi saat hujan deras menjadi indikator bahwa sistem drainase dan pengendalian tata ruang masih perlu ditingkatkan.
Pengawasan terhadap alih fungsi lahan serta aktivitas pembangunan dinilai perlu diperkuat agar tidak mengurangi daya serap air secara signifikan. Jika tidak diimbangi dengan pengelolaan yang baik, kondisi ini berpotensi memperluas area terdampak genangan.
“Perlu ada perhatian lebih dalam pengawasan lingkungan agar genangan tidak semakin meluas setiap kali hujan deras,” ujar salah satu warga.
Di sisi lain, upaya penanganan seperti perbaikan dan normalisasi drainase serta penataan saluran air diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan agar dampaknya lebih terasa bagi masyarakat.
Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk turut menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan saluran air, serta meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Dengan langkah yang lebih terarah dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan permasalahan banjir saat hujan deras di Batam dapat berangsur membaik dan tidak terus meluas di berbagai wilayah.


